Bang Pepen Sosialisasikan Kenaikan NJOP PBB di Kota Bekasi

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Walikota Bekasi Rahmat Effendi atau yang biasa dipanggil Bang Pepen meninjau lokasi obyek pajak SPPT terkait kenaikan NJOP PBB di Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara. Tepatnya di Jalan Muchtar Tabrani didampingi Camat Bekasi Utara, Lukmanul Hakim, Rabu (22/5)

Walikota Bekasi saat itu menjelaskan kepada warga yang mempunyai kediaman terkait dengan kenaikan pajak. Bang Pepen, memaparkan dulu NJOP Rp. 600.000, kini naik menjadi Rp. 1.030.000 yang sebelumnya rumahnya tidak masuk ke dalam pajak, kalaupun ibu ingin menjual rumahnya. Semisalkan harga per meter sekitar sekarang bisa kena Rp. 2 juta sampai 3 juta, jadi ngga ada kenaikan pajak sampai 300%, beliau jelaskan.

Bang Pepen sengaja keliling kerumah-rumah warga untuk mensosialisasikan Kenaikan SPPT NJOP di Kota Bekasi, agar tidak salah menilai dari warganya, maksud dan tujuannya pun disampaikan kepada warga. Lurah dan Camat setempat-pun ditugaskan seperrti itu, turun langsung ke warga, sosialisasikan.

Tidak hanya di Bekasi Utara, Bang Pepen juga menjelaskan kenaikan NJOP milik warga, di Kampung Dua Gang Aman RT.06 RW. 01 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat juga kembali menjelaskan mengenai faktor kenaikan pajak itu. Sesampainya dirumah warga, Bang Pepen langsung nenjelaskan terkait kenaikan NJOP PBB saat ini, dengan kisaran kenaikan 30% dan harga jual tanah permeter sekitar 3 juta.

Bang Pepen sempat berdialog kepada salah satu warga selaku pemilik rumah yang keberatan atau tidak terima dengan kenaikan PBB itu. Karena dengan pajak ini nantinya akan digunakan untuk pembiayaan pendidikan, kesehatan dan lainya. Namun setelah dijelaskan warga tersebut, merasa tidak keberatan.

“Kalaupun dijual dengan harga 3 juta per meter tidak mau, apalagi deket tol becakayu”, ucap ibu tersebut.

Sosialisasi ini dilakukan agar warga bisa mengerti tentang keadaan Kota Bekasi yang ia tinggali. Dan dananya, nantinya digunaan dari kenaikan pajak ini untuk dikembalikan lagi kepada warganya. Dalam bentuk pelayanan, seperti pembiayaan Kesehatan melalui Kartu Sehat Berbasis NIK, juga pendidikan gratis bagi yang memiliki buah hati, dan bantuan bantuan sosial lainnya. Sehingga yang awalnya dibayarkan oleh warga Kota Bekasi nantinya juga merasakan dari hasil bayar pajak.

“Intinya, dari warga untuk warga juga, itu yang kita harapkan pengertian dari warga di Kota Bekasi, pembangunan pembangunan juga tentunya dari pajak Kota Bekasi,” jelas Bang Pepen. (Humas/MG 06).

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. SOKSI Kota Bekasi Gelar Halal Bihalal Dan Tasyakuran Atas Kemenangan Dr.H Rahmat Effendi – Dr. H Tri Ardiyanto
  2. Dua Siswi Asal Bandung ini Menghilang, diduga jadi Korban Penculikan 
  3. GP Ansor Kota Bandung Tolak Rencana Acara HTI Jabar Di Monumen Perjuangan
  4. Delapan Raperda Jabar 2017 Terus Digodog
  5. Kerja Sama Sistem Pembayaran Elektronik Transportasi Antar Moda Jabodetabek Di Tandatangani
<