NKRI Berdasarkan Pancasila Itu, Sesuai Ajaran Islam

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Ketua Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) KH.Marsudi Syuhud dalam ceramah agama Islam pada acara tablik akbar dengan thema “Untuk Negeriku Indonesia, Guna Mensukseskan Pemilu 2019 Yang Aman Damai dan Sejuk,”. Kerjasama Polres Metro Kabupaten Bekasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi. Dan didukung Kodim 0509/Bekasi, Pemkab Bekasi, MUI dan PD Muhamadiyah Kabupaten Bekasi, di Gedung OSO Sports Center, Perum Grand Wisata, Desa Lambang Sari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jum’at (8/3) sore.

Menjelaskan bahwa bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah bentuk negara yang sesuai ajaran Islam (Al Qur’an dan Hadist). Karena mencontoh, bagaimana ketika Nabi Muhamad SAW, saat beliau mendirikan negara Madinah berdasarkan Piagam Madinah.

Karena, Piagam Madinah ini dibentuk oleh Nabi Muhamad SAW, untuk melindungi seluruh penduduk Madinah yang beragama Islam, Nasrani atau Kristen, Majusi dan beragama Yahudi.

“Sehingga NKRI Berdasarkan Pancasila yang berdasarkan Pancasila yang melindungi seluruh umat bergama diseluruh Indonesia ini, sesuai ajaran Islam (Al-Qur’an dan Hadist) karena mencontoh Nabi Muhamad SAW saat m,endirikan negara Madinah, yang berdarkan Piagam Madinah,”kata Kiai Marsudi Syuhud.

Hal itu perlu disampaikan kata Kiai Marsudi, karena menjelang Pemilu serentak tanggal 17 April 2019 pada saat ini, ternyata masih ada sekelompok orang yang dalam dakwahnya. Menyatakan NKRI berdasarkan Pancasila, itu sama dengan berdatangan tolqut atau berdasarkan berhala dan tidak sesuai ajaran Islam.

Kelompok yang berdakwa demikian itu, kata Kiai Marssudi diuga karena memiliki niat merobohkan NKRI berdasarkan Pancasila, dan mengganti dengan dasar lain sesuai keinginan kelompok itu.

Disamping itu, ada kelompok lainnya yang diduga karena kedangkalan ilmu islamnya, menyatakan, bahwa NKRI pada saat ini perlu bersyarat Islam.

Kenapa ada kelompok yang berpendapat demikian, jawab Kiai Marsudi, pertama karena kedangkalan pengetahuan mereka, tentang ajaran agama Islam. Dan kedua karena mereka memang sudah senang dengan pemahaman Islam yang selama ini mereka yakini. Sehingga walaupun sudah diberitahu secara baik-baik, bahwa NKRI berdasarkan Pancila itu, sesuai ajaran Islam. Dan bentuk negara ini sesuai contoh dari Nabi Muhamad SAW, tetapi tetap saja, kelompok-kelompok diatas tidak mau mengerti. Kenapa?

“Karena diduga kelompok ini memang memiliki kepentingan merobohkan NKRI berdasarkan Pancasila dan mengganti dengan bentuk negara NKRI lain yang berdasarkan sesuai keinginan kekompok itu,”kata Kiai Marsudi.

Bahkan, diuga demi keyakinannya, kelompok itu selama ini, terus berjuang, demi keyakinannya. Walaupun diduga dengan melanggar hukum, seperti dengan menyebarkan berita hoax dan diduga juga dengan dengan menyebarkan fitnah disana – sini.

MEMILIH PEMIMPIN

Ketua Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) KH.Marsudi Syuhud dalam ceramhnya tadi juga, menjelaskan bahwa memilih pemimpin atau Presiden (Imam,Red) pada Pemilu 2019 mbesok, hukumnya fardhu atau wajib bagi setiap warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dan tidak boleh golput.

“Bagi seluruh umat Islam, bahwa memilih pemimpin yang baik itu, jika niatnya semata-mata karena Allah SWT, maka mendapatkan satu pahala,”pesan Kiai Marsudi.

Pada ceramah tadi, Kiai Marsudi juga mengajak agar kepada kelompok-kelompok yang melihat kekurangan proses pembangunan di Indonesia, untuk bersama-sama membenahi dan bukan merobohkan negeri ini, dengan membentuk negeri baru dengan bentuk lain diluar NKRI.

Pada tablik akbat tadi, juga dilaksanakan deklarasi pemilu damai oleh semua yang hadir.

Sementara itu, tampak hadir pada acara tablik akbar tadi, Kapolres Kabupaten Bekasi, Perwakilan Kodim 0509/Bekasi, Pejabat Kemenag Kabupaten Bekasi, Pimpinan MUI, dan Komisioner KPU Kabupaten Bekasi, serta jajaran Pengurus PCNU, MWC NU, Ranting dan Anak Ranting NU se Kabupaten Bekasi.

(MG 06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. DPRD Bekasi, Minta Satpol PP Kota Bekasi Lebih Manusiawi Saat Sita Barang Milik PKL
  2. Gunakan Skema Padat Karya, Tahun Depan Pemerintah Laksanakan Program ‘Cash of Work’
  3. Bus Tidak Laik Jalan Dilarang Beroperasi Sampai Benar-Benar Baik
  4. Kemenko PMK: Akreditasi Pendidikan 74,8 Persen Dipastikan Bisa Terwujud
  5. Kemenag Siap Distribusikan 42.000 KIP untuk Santri
<