1400 Profesor dan 3000 Doktor NU Siap Berbhakti Untuk Bangsa Indonesia

TEGAL, MediaGaruda.Co.Id – Kegiatan pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Propinsi Jawa tengah berlangsung di Di Hotel Grand Devi Slawi, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Februari 2019.

Mewakili Pimpinan Pusat ISNU Jakarta, Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat ISNU Periode 2018-2023, Dr.H.Muhammad Faesal, MH. M.Pd pada saat pembulaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Propinsi Jawa tengah. Dalam sambutannya menjelaskan peran ISNU dalam upaya meningkatkan kualitas dan kemampuan warga NU, maka perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin dapat kita abaikan.

Kalangan profesional dan cerdik cendekiawan di Nahdlatul Ulama (NU) yang saat ini jumlahnya semakin banyak. Dengan potensi yang sangat besar itu, diharapkan dapat banyak berperan, dalam perbaikan negeri ini, baik pada saat ini maupun di masa mendatang.

Pada saat ini NU, sudah memiliki sekitar 1400-an profesor dan sekitar 3000-an doktor di seluruh Indonesia. Sehingga dengan jumlah SDM sebesar itu, peran intelektual dan kecenderungan NU akan semakin terbuka lebar untuk berkontribusi bagi pembangunan bangsa Indonesia.

“NU bukan lagi organisasi tradisional dengan stigma terbelakang dan kampungan, namun saat ini NU sudah menjadi organisasi intelektual.

Dengan sumber daya manusia (SDM) yang ada, ISNU kan memiliki tanggung jawab besar untuk mengembangkan NU, sekaligus juga mendistribusikan kader-kader NU yang berkualitas kedalam seluruh sendi kehidupan kebangsaan kita.

“Ini akan kita lihat pada waktu 8 tahun lagi, tepatnya saat NU memperingati satu abad. Dan yang bisa melakukan perubahan dan modernisasi ditubuh NU adalah para sarjana. Mengubah NU yang terbelakang, menjadi NU yang intelektual dan modern dengan tetap menapaki diri dengan nilai nilai ke-tawaddu-an dan terus menggelorakan Islam rahmatan lil alamin dan sekaligus menerapkan paham Ahlussunnah Waljama’ah Annahdliyah keseluruh pelosok Nusantara dan seluruh dunia,”kata Dr.H.Muhammad Faesal, MH. M.Pd.

Dalam konteks Konsolidasi kelembagaan ISNU dan warga NU dihadapkan kepada berbagai fakta berikut :
1. Ideologi yang mengancam Aswaja.
2. Masih rendahnya SDM warga dan sarjana NU maka diperlukan Penguatan SDM (Memperbanyak Sarjana S2 dan S3 dilingkungan NU).
3. Perluas Jaringan / networling baik di perguruan tinggi, Birokrasi dan Pengusaha serta profesional.

Tugas konsolidasi lainnya adalah:
a. Menjam’iyyahkan Jamaah NU
b. Meningkatkan kemandirian ekonomi
c. Membangun dan mengembangkan Networking / jaringan profesionalitas sarjana NU.
d. Terus mendorong kader2 dan sarjana NU di bidang kedokteran, sains dan teknologi.

Dalam konteks ubudiyyah misalnya, ISNU bisa mengemas dakwah yang mampu mewadahi selera kelas menengah ke atas. Karena sebenarnya NU punya banyak cendekia, yang sekaligus berposisi sebagai juru dakwah atau dai yang memiliki ilmu keagamaan yang mumpuni sekaligus memiliki pengetahuan informasi dan teknologi.

Dilingkungan sarjana NU-pun, juga perlu dilakukan pengkajian sekaligus, merubah paradigma para sarjana. Agar mereka mampu mempersiapkan diri untuk bersaing disegala bidang kehidupan kebangsaan kita.

“ISNU harus mampu menelorkan, Penggiatan da’wah yang mampu memanfaatkan media sosial berbasis ICT dan hal ini harus terus dikebangkan. Dan ISNU diharapkqn mampu bermitra dan menggandeng pemerintah dan lembaga lembaga strategis lainnya secara multiefek bagi terwujudnya kemajuan NU dimasa yang akan datang,”pesan Dr.H.Muhammad Faesal, MH. M.Pd.

Dalam konteks musyawarah kerja wilayah (Muskerwil) PW ISNU Jawa Tengah, Pimpinan Pusat ISNU meminta kepada pengurus wilayah ISNU Provinsi Jawa Tengah agar secepatnya, untuk melakukan percepatan pembentukan seluruh PC ISNU se-wilayah Jawa Tengah,”kata Dr.H.Muhammad Faesal, MH. M.Pd.

Sampai berita ini diturunkan, kegiatan pembukaan Rakorwil ISNU Provinsi Jawa Tengah yang dihadiri ratusan peserta. Termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, TNI dan POLRI serta Pengurus PWNU Provinsi Jawa Tengah, Pengurus Badan Otonom di lingkungan NU Provinsi Jawa Tengah, dan Perwakilan Lembaga Cendekiawan lain, yang berada di Provinsi Jawa Tengah sedang berlangsung.

(MG 06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Ketua Dewan Pers dan Ketum IWO jadi Narasumber Workshop Perspektif Jurnalis di Tanjungpinang
  2. DKM Al Istiqomah Dewi Sartika, Gelar Takbiran Keliling
  3. Komunitas Fotografi Gelar Lomba dan Pameran Foto
  4. IWO-Polri Diskusi Soal Ketenagakerjaan di Hari Buruh
<