Memahami Cita-cita Nasdem di Kota Bekasi

Surya Paloh sebagai Founding Father Partai Nasdem sangat memahami betapa masyarakat mengalami krisis kepercayaan yang sangat besar terhadap partai politik. Pasca reformasi, partai politik yang seyogianya diharapkan dapat memberikan perubahan justru terlibat dalam kubangan yang penuh nista. Terjadi pembiaran atas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme mulai dari lini pemerintahan daerah hingga pusat. Sementara masyarakat hanya menikmati janji-janji politik. Yang kaya makin kaya, justru yang miskin semakin miskin.

Kontemplasi Surya Paloh atas kegusaran tersebut pada akhirnya menghasilkan gagasan politik tanpa mahar. Surya Paloh merasa, ada kesalahan subtansial yang terjadi di hulu organisasi politik di Indonesia. Kesalahan itu diyakini berada pada dimensi rekruitmen calon wakil rakyat dan pemimpin negara kedepan. Dan mata rantai masalah tersebut harus dipangkas sejak dini untuk menekan virus-virus politikus yang korup dan tidak berkeadilan.

Dalam berorganisasipun, Surya Paloh dan Nasdem menerapkan filosofi tersendiri. Di Partai Nasdem diajarkan, menjadi politisi sesungguhnya bersiap diri menjadi pelayan Tuhan dan Masyarakat. Hubungan Tuhan dan manusia menjadi filosofi penting yang dianut Nasdem untuk memahami betapa jabatan bukanlah tujuan. Jabatan tak lebih dari seonggok tanggungjawab yang diberikan Allah SWT untuk memenuhi kewajiban pelayanan yang universal terhadap lingkungan, masyarakat, dan negara.

Maka menjadi kader Partai Nasdem berarti bersiap diri menjadi pelayan Tuhan, masyarakkat dan negara. Mulai dari berperilaku baik terhadap sesama, taat pada agamanya yang dianut, intens berbagi pesan-pesan damai, komit dengan janji politik dan pastinya mengajarkan seluruh kader untuk membangun nasionalisme yang tinggi. Urusan menegakkan empat pilar berbangsa dan bernegara baik melalui Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945 menjadi satu keharusan yang tak bisa ditawar.

Alhamdulillah di tengah-tengah tingginya krisis kepercayaan masyarakat terhadap partai politik, pada Pilkada 2018 lalu Nasdem telah mencatat adanya peningkatan kuantitas kepala daerah terpilih yang diusung tanpa mahar. Tanpa syarat apapun. Tanpa permintaan apapun. Tanpa negosiasi apapun, kecuali urusan untuk berkomitmen dalam rangka jauh dari korupsi, dan prioritas urusan hajat hidup masyarakat banyak.

Nasdem berhasil mendorong 11 kepala daerah baru dari 17 kompetisi Pemilihan Gubernur di Indonesia pada 2018. Adalah orang-orang seperti Ridwan Kamil-Uu Ruzanul Ulum di Jabar didorong tanpa mahar. Khofifah-Emil Dardak di Jawa Timur juga demikian. Begitu pula Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Sumut juga mendapatkan fasilitas yang sama, dukungan tanpa mahar. Dukungan lainnya tersebar di Jawa Tengah, Kalimantan Barat, NTT, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, hingga Riau.

Di level kabupaten/kota juga sama. Dari 115 kabupaten dan 39 kota yang melaksanakan Pilkada 2018, 50 persen diantaranya yang didukung oleh Partai Nasdem dengan dukungan tanpa mahar berhasil mendapatkan kepercayaan publik. Salah satu kepala daerah tingkat Kota yang didukung Partai Nasdem tentunya Kota Bekasi. Pencalonan Rahmat Effendi-Tri Adhianto mendapatkan restu khusus dari Surya Paloh. Dukungan itu diisyaratkan agar Rahmat Effendi dan Tri Adhianto bisa memimpin dengan baik. Memimpin Bekasi dengan transparan, tidak korup, profesional sehingga tidak ada anggaran yang bocor. Karena anggaran itu adalah milik masyarakat. Dan Nasdem mendukung kebijakan-kebijakan yang benar. Kebijakan yang merugikan masyarakat tentu akan selalu dikoreksi. Itulah sesungguhnya berjuang untuk Tuhan dan masyarakat, bukan untuk jabatan.

Sebagai salah satu perpanjangan Partai Nasdem di Kota Bekasi, komitmen yang sama juga telah dan akan dibangun. Dalam proses rekruitmen Caleg Partai Nasdem di awal 2018 lalu, pendekatan politik tanpa mahar juga dipakai untuk merekruit orang-orang baik. Nasdem Kota Bekasi merasa, gagasan restorasi yang bermakna memperbaiki, mengembalikan, memulihkan, dan mencerahkan hanya bisa dipelopori dan dilanjutkan oleh orang-orang baik di parlemen.

Sejauh ini, kami dan seluruh tim pengurus DPD Partai Nasdem telah berupaya menyajikan 50 Caleg dari 6 daerah pemilihan di Kota Bekasi yang bebas dari kejahatan kriminalitas, tidak cacat hukum, bebas dari indikasi korupsi, berkomitmen terhadap keluarganya dan lingkungan, serta diyakini dari 50 Caleg tersebut merupakan orang-orang yang baik dan taat di lingkungannya. Maka memberikan kesempatan kepada orang-orang ini adalah salah satu upaya untuk menguji seberapa tinggi komitmen pelayanannya terhadap Tuhan dan masyarakat. Karena tanpa kesempatan, takkan ada pembuktian. Saya menjamin Caleg-caleg Kota Bekasi yang terpilih siap mewarnai pembangunan Kota Bekasi. Siap memberi apresiasi, namun juga tetap kritis dalam mengawasi.

Lalu, gagasan apa yang diusung Nasdem di Kota Bekasi? Partai Nasdem Kota Bekasi memastikan seluruh Caleg terpilih pada 2019 untuk mewujudkan DPRD yang terbuka, transparan, akuntabel dan produktif untuk memperjuangkan hak masyarakat menuju Bekasi yang benar-benar Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera, Ihsan, Berbudaya dan Penuh Warna.

Dalam rangka memenuhi visi tersebut, para caleg pun dibebankan berbagai tanggungjawab. Sebut saja seperti kewajiban membangun “Rumah Aspirasi” sebagai meeting pointdengan seluruh warga dan konstituen. Di “Rumah Aspirasi” ini, para Caleg terpilih juga diwajibkkan melakukan pertemuan rutin 3 mingguan untuk mengakses aspirasi masyarakat. Jadi tidak perlu menunggu masa reses.
Selain itu, para caleg terpilih di Nasdem juga akan diwajibkan untuk melaporkan pertanggungjawaban gaji, tunjangan, dana reses, dan dana aspirasi secara kontinu kepada publik melalui berbagai media. Komitmen keterbukaan ini diatur sehingga masyarakat tidak apatis dengan politik dan pemerintahan. Dan yang paling pasti, para caleg terpilih nantinya dituntut siap diganti (PAW) jika ternyata tidak berkontribusi sama sekali untuk lingkungan dan warga.

Selebihnya, apapun aspirasi masyarakat akan diperjuangkan di parlemen. Pengembangan infrastruktur, pengembangan ekonomi mulai dari skala makro hingga mikro, optimalisasi potensi pemuda dan perempuan, pembenahan lingkungan baik dari ancaman banjir dan lain sebagainya, termasuk tuntutan memperjuangkan rumah layak huni bagi masyarakat serta agenda-agenda pengembangan sektor seni budaya dan ekonomi kreatif akan diperjuangkan secara kontinu dan berkelanjutan. Bahkan Nasdem berkomitmen dengan para stakeholder untuk menginisiasi peningkatan PAD dan APBD sehingga semua kebutuhan warga terpenuhi dalam kerangka pembangunan jangka pendek dan jangka panjang.

Dalam kontestasi pesta demokrasi, tentunya masyarakat mengambil peran utama sebagai penentu. Penentu kepada siapa amanah akan diberikan. Kamipun tak bisa memaksa, apalagi membayar suara-suara masyarakat. Itu kami tak mampu, dan partai pun mengharamkan praktik yang demikian. Sejauh ini para caleg Partai Nasdem telah bekerja keras, menjumpai warga dari satu pertemuan ke pertemuan lainnya. Dari satu pintu rumah, ke pintu rumah lainnya demi sebuah kepercayaan. Kepercayaan bahwa pada 17 April nanti akan ada suara-suara warga yang mencoblos caleg partai Nasdem, dari satu RT ke RT lainnya. Dari Satu RW hingga ke RW lainnya. Dari satu kelurahan, hingga ke kecamatan. Semoga!

(Ditulis Oleh : Oleh Rahmatullah, Penulis merupakan Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Bekasi)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. LPP RRI Bangun Pemancar di Miangas dan Sumba, Perkuat Komunikasi Perbatasan
  2. KSPI TolakRevisi UU Ketenagakerjaan, PP No 78 Tahun 2015, dan Gelombang PHK
  3. TNI Tembak Mati Kelompok Bersenjata di Puncak Jaya
  4. Mulai 2017, Badan Kemetrologian Dikelola Pemkab/Pemkot
  5. Hasil Pemeriksaan Semester I/2017, Ketua BPK: Presiden Akan Tindak Lanjuti
<