Rapat UMSK 2019 Alot, Ratusan Buruh Kepung Kantor Apindo Kota Bekasi

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Karena alotnya proses perundingan pada Dewan Pengupahan Kota (DEPEKO) Kota Bekasi, yang hingga saat ini tak kunjung mencapai kesepakatan tentang besaran upah minimum sektoral (UMSK) 2019. Dan diduga penyebabnya karena, pihak perwakilan Depeko sering selalu tidak hadir dengan berbagai alasan.

Maka ratusan buruh Kota Bekasi dari berbagai serikat pekerja (SP) dan serikat buruh (SB) yang tergabung pada wadah Forum Buruh Kota Bekasi (FBKB). Melakukan unjuk rasa (unras) didepan kantor Apindo Kota Bekasi, yang berlokasi di sebuah ruko di Jalan Cut Mutiah, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Selasa (21/1) pagi.

Ratusan buruh yang melakukan aksi unjuk rasa tadi pagi, sempat hampir terjadi gesekan dengan pagar betis polisi, yang menjaga ketat kantor Apindo Kota Bekasi. Yang rapat terkunci, karena pengurus dan pegawainya tak satupun berkantor.

Pada aksi demo tadi pagi para buruh, mengaku kecewa tidak bisa bertemu pengurus Apindo dan pagar betis pihak polisi yang dianggap sangat berlebihan. Akibatnya massa demo buruh, sempat berhadap-hadapan dengan pagar betis polisi, dalam jarak beberapa centimeter saja.

“Hanya karena adanya adanya kesadaran tinggi buruh Kota Bekasi yang taat hukum dan selama ini memiliki tanggung jawab menjaga konduktifitas wilayah Kota Bekasi. Sehingga kejadian gesekan dengan pihak keamanan-pun tidak terjadi,”kata salah satu saksi buruh yang minta namanya tidak ditulis oleh MediaGaruda.Co.Id.

Sementara itu, Ketua PC FSPMI Kota Bekasi Masrul Zambak kepada MediaGaruda.Co.Id sore ini, mengaku dirinya sangat kecewa dengan sikap anggota Apindo Kota Bekasi yang duduk sebagai anggota Depeko Kota Bekasi. Karena, sikapnya selama ini terkesan memperlambat proses rapat Depeko dalam menentukan besaran UMSK 2019.

“Saya berharap pihak-pihak terkait, termasuk unsur keamanan agar dapat melihat persoalan alotnya rapat Depeko Kota Bekasi saat ini secara obyektif dan proposional. Tetap fokus pada persoalan rapat Depeko , untuk mensepakati besaran nilai UMSK 2019 Kota Bekasi, dan tidak terprovokasi dari pihak manapun,”ungkap Masrul Zambak.

Hal itu penting disampaikan oleh pihak FBKT melalui media massa, tujuannya agar persoalan utama atau mendasar. Kenapa buruh Kota Bekasi harus ber-demo menuntut UMSK 2019 Kota Bekasi ini, tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga tidak terjadi cheos, sehingga keluar dari masalah yang sesungguhnya persoalan hak buruh yang normatif ini, akhirnya melebar kemana-mana,”kata Masrul Zambak.

Dia juga mengungkapkan bahwa, masyarakat Kota Bekasi-pun perlu mendapat informasi yang utuh dan jelas. Kenapa harus ada upah UMSK 2019 di Kota Bekasi.

“Karena selama ini, setiap tahun upah UMSK itu memang selalu ada dan tidak boleh hilang, hanya karena kepentingan segelintir pengusaha nakal,”kata Masrul Zambak.

UMSK 2019 itu, menjadi hak para buruh dan kewajiban pengusaha sektoral untuk membayar buruhnya, dengan upah UMSK 2019. Yang besarannya, pasti diatas upah minimum kota (UMK) atau UMK kabupaten 2019. Kenapa demikian kata Masrul Zambak, karena buruh yang bekerja diperusahaan sektoral itu, seperti pabrik baja, pabrik pengrakit mobil, dan industry sektoral lainnya. Mesti memiliki keahlian khusus dan juga memiliki resiko kerja yang tinggi. Hal itu, pasti berbeda dengan para buruh yang bekerja pada perusahaan padat karya, yang selama ini menerima upah UMK 2019.

“Persoalannya pada saat ini, bahwa rapat Depeko Kota Bekasi belum bisa memutuskan besaran nilai UMSK 2019, karena pihak perwakilan Apindo Kota Bekasi itu terkesan, memperlambat jalannya rapat. Dengan beberapa kali tidak hadir pada forum rapat Depeko, dengan berbagai alasan yang diduga tidak masuk akal alias, atau dengan alasan-alasan klise,”kata Masrul Zambak.

Karena itulah, dengan aksi demo tadi pagi yakni mengepung kantor Apindo Kota Bekasi, dan sempat hampir terjadi gesekan dengan pihak keamanan. Diharapkan menjadi perhatian semua pihak, agar, kita semua fokus pada persoalan alotnya rapat UMSK 2019 ini dan tidak terprovokasi oleh pihak manapun.

“Saya berharap UMSK 2019 Kota Bekasi dapat segera dicapai dengan kata sepakat, sebelum tanggal 25 Januari 2019. Hal itu bisa dicapai, jika kita semua, sepakat dengan cara ber-demokrasi musyawarah mufakat di negeri ini.

“Tentu hal itu bisa diwujudkan, ji-kalau kita semua masih konsisten, dengan filosofi bangsa Indonesia yang berbangsa dan bernegara dalam bingklai NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 ini,”ungkap Masrul Zambak menutup wawancara dengan MediaGaruda.Co.Id.

(MG 06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Seruan Untuk Indonesia, Pernyataan Sikap Bersama ILUNI UI dan Mahasiswa UI
  2. KPPU Temukan Dominasi Rantai Distribusi pada tingkat Penggilingan Beras
  3. Jokowi Gelar Rapat Singkat Di Pangkalan TNI AU
  4. Pemerintah Luncurkan Program Beasiswa Santri 2018.
  5. Pengajian Muslimat NU Rawalumbu Memperkuat Nasionalisme NKRI
<