Hanif Dhakiri : Warga NU Harus Kompak, Disiplin, Seperti Orang Sholat Berjamaah

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI, H.Hanif Dhakiri yang juga pensehat Densus 26, pada saat memberikan sambutan pada acara Pendidikan Kader Ahlussunah Wal Jamaah Kajian Kitab Al-Muqtathofat Li Ahlil Bidayat di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi, Sabtu (5/1)

Mengatakan bahwa sekarang ini di Indonesia sedang terjadi semangat ber-agama yang tinggi. Khususnya terhadap umat islam yang luar biasa, bersemangat ingin mengamalkan ajaran Islam.

Fenomena semangat bergama ini, positif dan harus diarahkan secara benar oleh para santri NU secara cerdas, sebagai ladang berdakwah ajaran Islam ASWAJA ala Nahdlatul Ulama yang RahmatulLil Alamain atau cinta damai. Dan ajaran NU itu selalu up to date terhadap perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Hanih Dhakiri, semangat beragama yang tinggi itu, harus ditangkap oleh para santri kader NU di seluruh Indonesia. Dengan membuka pengajian-pengajian disemua kelompok atau segmen masyarakat. Sehingga semangat beragama itu, juga disertai semangat semangat menuntut ilmu agama islam secara benar.

“Dan para santi-santri NU diseluruh Indonesia sangat kapable, sebagai guru agama islam. Karena mereka itu, umumnya sudah puluhan tahun, menuntut ilmu diberbagai pondok Pesantren dan perguruan tinggi islam diseluruh Indonesia,”kata hanif Dhakiri.

Jika hal itu, bisa dilakukan maka, akan melahirkan masyarakat Islam yang religius, dan selalu terbuka terhadap berbagai perkembangan ilmu ke-Islam-an dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan umum, teknologi dan ilmu kemasyarakatan.

Sehingga Nahdlatul Ulama ini menjadi ormas islam yang anggotanya terus bertambah, sehingga semakin hari semakin kuat, disegala bidang.

Hanif Shakiri juga berpesan bahwa disiplin organisasi, seluruh warga NU juga harus terus menerus dibina dan di-ingatkan tentang penting mengikuti arahan organisasi NU disemua tingkatan. Contohnya, jika ada Kiai atau Ulamanya menjadi pengantin, disebuah pesta hajatan.

“Maka tanpa diperintah-pun, semesti-nya seluruh warga NU itu secara spontanitas dan kemauan sendiri, akan pergi kondangan, pada acara pesta pernikahan yang salah satu pengantin-nya adalah ulama Nahdlatul Ulama. Dan tidak datang ke acara pesta pernikahan, yang pengantin-nya itu orang lain atau bukan Kiai atau Ulama NU,”pesan Hanif Dhakiri.

Menururt Hanif Dhakiri,jika disiplin itu terus dijalankan warga NU diseluruh Indonesia, maka tidak akan muncul ubudiyah atau tata cara beribadah yang aneh-aneh. Contohnya, muncul tata cara ber-wudhu yang pakai gayung itu, walaupun hal itu boleh, tetapi kan bagi umat Islam yang belum pernah mengaji atau umat islam yang baru saja memeluk agama Islam.

“Dengan demikian maka umat Islam Indonesia ini, menjadi umat yang kuat, termasuk ormas Nahdlatul Ulama (NU) juga akan menjadi ormas Islam kuat juga. Sebab, didukung oleh seluruh warga Nhadliyyin selalu kompak dan solid mengikuti arahan para pengurus NU diseluruh tingkatan jenjang kepengurusa NU di seluruh Indonesia,” kata Hanif Dhakiri.

Sesuai dawuh (pesan,Red) pendiri organisasi nahdlatul Ulama (NU) KH.Hasyim Asy’ari, barang siapa yang ngurus Nahdlatul Ulama (NU), maka didoakan oleh Kiai Hasyim Asyari insyaallah Khusnul khatimah dan selamat dunia alkhirat.

“Dan kedepannya diharapkan jika ada Kiai Nahdlatul Ulama (NU) di bully di media sosial, maka kita sebagai warga Nahdlatul Ulama, perlu membela secara solid dan kompak. Sehingga kita bersama Nhdlatul Ulama ini menjadi wasilah selamat didunia wal akhirat,”pesan Hanif Dhakiri.

KH.Marzuki Mustamar, Imam Besar DESNSUS 26 dan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Timur pada acara Pendidikan Kader Ahlussunah Wal Jamaah, Kajian Kitab Al-Muqtathofat Li Ahlil Bidayat..

Tampak hadir pada pengajian di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi kemarin, selain Menteri Tenaga Kerja H.Hanif Dhakiri yang juga menjadi Penasehat Denus 26. Juga tampak hadir Rois Syuriah PCNU Kota Bekasi KH.Mir’an Syamsuri dan Pengurus PCNU Kota Bekasi lainnya.

Rencana pada Minggu 6 Januari 2019 selama satu hari ini, KH.Marzuki Mustamar juga kembali menjadi pembicara pada saat Pendidikan Kader Ahlussunah Wal Jamaah Kajian Kitab Al-Muqtathofat Li Ahlil Bidayat di Pondok Pesantren Ar-Ridwan Pimpinan KH.Zainal Abidin di Jati Asih, Kota Bekasi.

(MG 06).

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Ini Dasar Hukum Reklame Bodong, Ketua MPC PP: Ini Harus Ditertibkan Segera!
  2. Ini Permintaan Aher Disaat Penutupan PON Nanti
  3. Pagi ini Pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum Mendaftar ke KPUD
  4. Opini WTP bukan Jaminan Tidak ada Praktik Penyalahgunaan Keuangan
  5. Tim Ekonomi Swiss Tawarkan Peningkatan Kerja Sama Pendidikan Vokasional
<