Kiai Marzuki Mustamar : “Ada Radio Yang Siarannya Menjelek-Jelekan Ubudiyah Nahdliyyin (NU)”

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – KH.Marzuki Mustamar, Imam Besar DESNSUS 26 dan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Timur pada saat Pendidikan Kader Ahlussunah Wal Jamaah Kajian Kitab Al-Muqtathofat Li Ahlil Bidayat di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi, Sabtu (5/1) dari pukul 09.00wib sampai pukul 15.30wib kemarin.

Mengungkapkan dugaan adanya Radio yang lokasinya tidak jauh dari Bekasi, ternyata isi siarannya menjelek-jelekkan tradisi keagamaan (ubudiyah) warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyyin). Seperti, membid’ahkan atau menganggap sesat peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW, wirid penggunaan tasbih, doa tahlil, ziarah kubur, serta amaliyah ibadah lainnya. Yang diduga siaran ini bertujuan bukan semata-mata dakwah Islam, tetapi hanya untuk mendangkalkan pengetahuan ke-NU-an warga Nadliyyin.

Padahal kata Kiai Marzuki Mustamar, semua ubudiyah warga Nahdliyyin selama ini sah, karena ada dalil ayat Al-Qur’an dan Hadist Nabi Muhamad SAW yang Shahih. Sehingga tidak boleh dikatakan sesat atau bid’ah, seperti yang disiarkan oleh Radio ini.

“Karena itu seluruh warga Nahdliyyin dan dai Desus 26 Kota Bekasi, serta peserta pengajian kitab Kitab Al-Muqtathofat Li Ahlil Bidayat pada hari ini. Harus meluruskan atau mengcounter tuduhan dari siaran radio yang tidak benar ini,”ungkap Kiai Marzuki Mustamar,

Kiai Marzuki Mustamar juga mengungkapkan, diduga saat ini juga masih ada oknum-oknum partai politik yang mengaku parpol Islam. Tetapi isi ceramahnya juga suka mem-bid’ahkan atau menganggap sesat ubudiyah warga NU, seperti peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW itu. Tetapi anehnya, oknum-oknum itu pada saat menjelang kampanye pemilu legislatif untuk dapat dukungan suara warga Nahdliyyin yang berjumlah sekitar 100 juta ini. Mereka saat ini, diduga ikut-ikutn memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW, padahal sebelumnya dengan terang-terangan mereka itu mengatakan Maulid Nabi Muhamad itu bid’ah dan ibadah warga NU sesat.

“Karena itu warga Nahdliyyin Kota Bekasi harus cerdas dan jangan mau ditipu oleh oknum politik calon legislatif ber-pura-pura baik dengan Nahdlatul Ulama, dengan menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW saat menjelang pemilu legislatif saat ini saja. Sebeb oknum-oknum itu, sebelumnya terang-terangan mengatakan Maulid Nabi Muhamad itu bid’ah,”kata Kiai Marzuki Mustamar.

Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gesek, Malang, Jawa Timur ini, saat mengupas isi “Kitab Al-Muqtathofat Li Ahlil Bidayat,” di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi kemarin. Juga mengatakan bahwa di Pondok Pesantrennya, pada saat ini masih menyimpan beberapa kitab karangan para ulama Indonesia terdahulu. Yang isinya menjelaskan kesamaan tata cara ibadah atau ubudiyah warga ormas Islam lain sama dengan warga Nahdliyyin. Seperti sholat subuh pakai doa’ khunut, sholat Tarawih 21 raka’at dan amaliyah ubudiyah lainnya. Melihat fenomena terakhir-terakhir ini, diduga oknum-oknum dinegeri ini yang ingin memecah belah kekuatan umat islam Indonesia, termasuk kekuatan warga Nahliyyin.

“Maka tidak ada jalan lain, bahwa seluruh warga Nadliyyin Kota Bekasi harus terus belajar agama Islam atau mengaji secara benar dari para ulama yang memiliki pengetahuan Ahlussunah Wal Jamaah ala nahdlatul Ulama, dan memiliki pengetahuan ilmu menfasirkan Al-Qur’an dan Hadist yang shahih dan tidak suka memplintir-plintir agama islam demi kepentingan-kepentingan sesaat. Sehingga ilmu Islam yang kita miliki ini, bermanfaat dan dapat mengantar selamat dunia akhirat.

“Serta tidk mudah dibodohin oleh siaran dakwah dari radio yang tidak bertanggumg jawab seperti ini,”pesan Kiai Marzuki Mustamar.

Ulama Imam Densus 26, Nahdlatul Ulama ini juga mengajak para ustadz, para unstadjah serta para santri. Peserta pengajian di Masjid Agung Al-Barkah kemarin. Agar saat menjadi da’i dan ceramah agama-nya Islam ditengah-tengah masyarakat, agar bernada sejuk dan tidak mem-provokasi masyarakat.

“Dan menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang prural ini agar selalu hidup rukun dan damai sesama anak bangsa. Mencintai ajaran Islam Ahlussunah Wal Jamaah yang Rahmatul Lil Allamin. Selamanya membela agama Islam, mencintai para ulama, mencintai para habaib serta selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 ini,”pesan Kiai Marzuki Mustamar.

Tampak hadir pada pengajian di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi kemarin, Menteri Tenaga Kerja H.Hanif Dhakiri yang juga menjadi Penasehat Denus 26. Rois Syuriah PCNU Kota Bekasi KH.Mir’an Syamsuri dan Pengurus PCNU Kota Bekasi lainnya.

Rencana pada Minggu 6 Januari 2019 selama satu hari ini, KH.Marzuki Mustamar juga kembali menjadi pembicara pada saat Pendidikan Kader Ahlussunah Wal Jamaah Kajian Kitab Al-Muqtathofat Li Ahlil Bidayat di Pondok Pesantren Ar-Ridwan Pimpinan KH.Zainal Abidin di Jati Asih, Kota Bekasi.

(MG 06).

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Sukses Di Jawa, Pemerintah Targetkan Indonesia Terbebas Campak dan Rubella Tahun 2020
  2. Besok Ahok Diperiksa Polisi Sebagai Tersangka 
  3. Pasangan Sopan Gelar Syukuran Setelah Di Tetapkan Sebagai Calon Bupati Dan Wakil Bupati
  4. Pilkada Serentak Sasaran Antara, DPD Projo Jabar Rapatkan Barisan
  5. Kemenko PMK: Pendidikan Karakter Untuk Anak Zaman Sekarang Perlu Diperkuat
<