Ketum PBNU Buka Rakornas LAKPESDAM Nahdlatul Ulama

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) Nahdlatul Ulama. Selama tiga hari sejak Sabtu 22 siang tadi sampai Senin 24 Desember 2018 di BLK Caves, di Jalan Guntur Raya No.1 Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Sabtu (22/12) siang.

Rakornas Lakpesdam NU kali ini mengambil thema “Menuju Satu Abad NU” : Merancang Ekonomi Bawah Nusantara dan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama.. Dihadiri sekitar 250 orang pengurus Lakpesdam PC NU dari Kota/Kabupaten dan PWNU Provinsi Se Indonesia.

Ketua Umum (ketum) Prof Dr KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya saat pembukaan rakornas Lakpesdam NU menjelaskan bahwa didalam Al-Quran tidak ada istilah umat Islam, tetapi yang ada ummatan wasathan. Ini artinya, bahwa Al-Qur’an itu tidak mementingkan label umat, tetapi yang dipentingkan adalah kwalitas umat Islam-nya.

Sehingga menjadi penting bagaimana pada Rakornas Lakpesdam NU kali ini, membahas bagaimana meningkatkan SDM umat Islam ini dapat berkualitas. Dapat berperan disegala bidang. Termasuk bidang agama, bidang budaya, bidang politik, bidang kemanusiaan dan bidang-bidang lainnya,”pesan Kia Said.

Disamping itu juga diingatkan bahwa agar pengurus Lakpesdam NU itu memiliki SDM tinggi dan kerangka berfikir modern. Dengan kerangka berfikir selalu dengan dasar Al-Qur’an, Hadist, Ijma Ulama.

Kiai Said juga menjelaskan soal kemajuan ilmu pengetahuan dalam Islam terkait soal penanggulangan berita-berita yang tidak benar alias hoax, bahwa sejak seratus tahun hijriah sudah ada. Para ulama Islam sudah melahirkan ilmu untuk membekali masyarakat agar memiliki tameng ilmu pengetahuan untuk menseleksi. Sebuah berita yang beredar di masyarakat itu benar atau bukan atau hoax.

“Artinya, Islam itu sejak dahulu menjadi agama modern yang telah melahirkan banyak ilmu-ilmu pengetahuan,”kata Kiai Said.

Bahkan Al-Qur’an telah memerintahkan agar ada sekelompok umat Islam yang memiliki spesialis keilmuwan atau melahirkan para ilmuwan Islam, dan ini perintah Al-Qur’an. Yang mengajarkan bahwa harus ada sekelompok orang-orang Islam yang tugasnya mengkaji agama Islam dengan pendekatan ilmu pengetahuan. Sehingga Islam ini, menjadi agama modern dan mampu menjawab, semua tantangan zaman.

“Pada era apapun, Islam itu bisa beradaptasi dan akan bertahan sampai kapanpun,”kata Kiai Said.

Kiai Said juga secara tersirat menyayangkan sikap sebagian umat Islam di Indonesia saat ini, yang cara berfikirnya lebih mementingkan label, seperti bendera tauhid. Padahal hal itu bukan ajaran Al-Qur’an. Akibat pola pikir seperti ini, menjadikan umat Islam Indonesia saat bisa dikatakan lambat atau mandeg dalam melakukan kajian-kajian atau berfikir tentang ilmu pengetahuan. Padahal itu penting, untuk melahirkan ilmu pengetahuan tentang teknologi-teknologi baru demi memanjukan umat Islam. Sebab, pertama kali ulama sufi, yang lahir dan ada dalam sejarah Islam itu sebelumnya adalah sebagai seorang ilmuwan matematika.

Tak lupa Kiai said juga berpesan agar pengurus Lakpesdam NU disemua tingkatan, agar memiliki kerangka berfikir modern dan sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. Dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Bahwa umat Islam juga harus rajin bekerja, untuk mencapai cita-cita yang tinggi itu benaer. Tetapi umat Islam ini, juga harus tetap Istiqomah dalam menjalankan ibadah seperti sholat wajib lima waktu ajaran agama Islam.

Tampak hadir pada pembukaan Rakornas Lakpesdam NU, tadi siang Khotib Am PBNU KH.Yahya Cholil Staquf, Ketua PCNU Kota Bekasi, KH Madinah, Ketua LAKSPEKDAM PBNU Dr H Rumadi Ahmad MA, dan Ketua Steearing Committe Rakornas LAKSPEKDAM NU Dr.Daniel Zuhron MSc dan putri sulung Gus Dur Alissa Wahid.

(MG 06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Presiden Jokowi : Idulfitri Momen untuk Mempererat Persatuan dan Persaudaraan Bangsa
  2. Honorer Dari Idramayu, Semalam Sampai di Bascamp NGO KAMMPUS, Kantor Pusat FPHI
  3. Jabar Terima Apresiasi Pembinaan Atlet Muda Berprestasi Tingkat Nasional & Internasional
  4. Sistem Pemilu Terbuka Terbukti Berjalan Baik
  5. Siapa Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya, Ini Kata Kapolri
<