Gus Hasan Jelaskan Bagaimana Peran Besar NU Sebagai Benteng Bangsa Dan Penjaga NKRI

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Barat, KH Hasan Nuril Hidayatullah Iskandar yang biasa dipanggil Gus Hasan Pimpinan Pondok Pesantren As-Shidiqiyah, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Saat memberikan sambutannya pada Pembukaan Konfrensi Cabang IV, PCNU Kota Bekasi, Minggu (16/12) pagi.

Menjelaskan tentang peran besar ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan KH.Hasyim Asy’ari sejak tahun 1926, sebagai bentengnya Bangsa Indonesia. Yang bernaung dibawah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sejak sebelum dan sesudah Republik Indonesia ini diproklamasikan 17 Agustus 1945, sampai saat ini.

Semua Presiden Indonesia sejak orde lama, orde baru sampai orde saat ini. Semuanya membutuhkan NU, sebagai ormas Islam terbesar didunia dan di Indonesia dengan jumlah anggota 90 juta jiwa diseluruh Indonesia. Kenapa, tanya Gus Hasan? Karena Pendiri NU yaitu KH.Hasyim Asyari, beliau itu juga sebagai salah satu pendiri NKRI ini. Sehingga menjaga NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 ini, bagi warga NU hukumnya wajib dan harga mati.

Karena itulah, Gus Hasan berpesan agar arena Konfrensi Cabang IV, PCNU Kota Bekasi. Hendaknya jangan hanya menjadi arena pemilihan ketua dan pengurus PCNU-Kota Bekasi 2018-2023 saja.

“Tetapi juga harus menjadi arena membahas bagaimana peran NU Kota Bekasi beserta seluruh warganya. Dalam menjaga NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 ini,”pesan Gus Hasan.

Tak lupa, Gus Hasan juga berpesan agar Pengurus NU Kota Bekasi kedepan-nya haruslah dapat mandiri dalam mengurus organisasi NU. Dan tidak selalu mengharapkan belas kasihan atau bantuan pihak lain dalam mengurus dan membesarkan panji-panji Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu, bisa diwujudkan kata Gus Hasan, jika pengurus NU itu adalah orang-orang yang biasa berjiwa mandiri dan matang dibina dalam berbagai organisasi dalam wadah Nahdlatul Ulama, dari tingkatan bawah sampai tingkatan PCNU Kota Bekasi.

Gus Hasan, pada sambutannya tadi juga menjelaskan sejarah revolusi jihad yang digagas oleh KH Hasyim Asy’ari sebagai Pendiri NU di kota Surabaya. Pada tanggal 10 November 1945 ketika pasukan Indonesia menghadapi agresi penjajah Belanda. Sehingga pertempuran hebat di Kota Surabaya tanggal 10 November 1945 itu, dimenangkan oleh Pasukan Indonesia.

“Dan peristiwqa heroik itu sampai saat ini, kita peringati sebagai hari pahlawan, setiap tanggal 10 November, setiap tahunnya,”kata Gus Hasan.

Karena itulah, Gus Hasan berharap pemerintah tidak perlu ragu-ragu terhadap komitmen seluruh warga NU yang berjumlah 90 juta jiwa itu. Untuk selalu dan selamanya menjadi benteng dan bemper Bangsa Indonesia.

“Dalam menjaga keutuhan negara NKRI, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,”ungkap Gus Hasan.

Hal ini perlu Gus Hasan, ungkapkan agar Bangsa Indonesia ini bisa hidup tenang, dalam naungan negara NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan selama-nya jaya dan menang.

“Dalam berbagai rong-rongan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang coba-coba daningin mengubah NKRI yang berdasarkan ideologi Pancasila ini, dengan ideologi lain, yang sesungguhnya hal ini tidak sesuai dengan kesepakatan bersama Bangsa Indonesia saat diproklamasi 17 Agustus 1945,”kata Gus Hasan. (MG 06).

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Imbau Rizieq Syihab Pulang, Kiai NU: Harus Gentle, Bawa Nama Ulama
  2. Hari Kelima, Tim Gabungan Kembali Lakukan Pencarian Korban Kapal TKI yang Tenggelam
  3. Ramadhan Penuh Berkah, Polsek Jatiwangi Bagikan Sembako Kepada Para Abang Becak
  4. Kemenko PMK: Wujudkan Percepatan Pembangunan Melalui Optimalisasi Kinerja
  5. Wisata Halal dan Bandara, Prospek Kerjasama Jabar-Shizuoka
<