Tampang Boyolali dan AlFateka

Istilah “Tampang Boyolali” yang diucapkan Prabowo menurutku tidak ada nilai pelecehan dan penghinaan, sebagaimana “alfateka” yang diucapkan Jokowi sebelumnya pun tidak ada unsur penistaan.

Isu yang perlu diangkat bukanlah “pelecehan Boyolali” oleh Prabowo atau “penistaan alfatihah” oleh Jokowi, tapi jutru isu yg paling bahaya, yakni upaya penggilaan masyarakat, atau penggiringan nalar publik dari “kewarasan” menjadi “ketidak warasan”

Siapa yang melakukan itu? Ya siapa lagi kalau bukan broker politik, para pedagang isu, para penghamba capres yang dapurnya memang dari situ.

Sudah saya bilang; daun kering yang jatuh pun akan mereka tanya, kamu di pihak Jokowi atau prabowo.

Masa setiap kali jokowi berkata ini digoreng, prabowo berkata itu digoreng, wadduh…. (tepok jidat).
Generasi model begini, mana bisa menjaga NKRI, mempertahankan Pancasila, menjaga kebhinekaan.

Salam Waras
Cecep Suhaeli

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. #Pemilu dan Pilkada
  2. Binatang Politik
  3. Hari Santri Nasional dan Perjuangan Kaum Santri “Zaman Now”
  4. #PON XIX Jabar 2016
  5. Suara Sri Mulyani Penentu Kepuasan Publik
<