Tim penyelam Gabungan Berhasil Temukan Kotak Hitam Pesawat Lion Air JT610

Karawang, MediaGaruda.Co.Id – Tim penyelam gabungan yang dikoordinir oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau yang sebelumnya bernama Badan SAR Nasional (Basarnas) telah berhasil menemukan kotak hitam atau black box pesawat Lion Air JT610, yang jatuh di perairan Karawang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (1/11) pagi.

“Alhamdulillah.. blackbox sudah ditemukan.. inilah secuplik Proses pengangkatan Black Box Lion Air JT610 ke K.R. Baruna Jaya I. Semoga bagian pesawat lainnya juga dapat ditemukan secepatnya,” tulis Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam akun twitternya beberapa saat lalu.

Sebagaimana diketahui operasi pencairan pesawat Lion Air JT610 ini melibatkan beberapa pihak terkait, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, masyarakat, termasuk BPPT yang menggerakkan kapal canggihnya Baruna Jaya.

Komandan Satuan Tugas SAR Kolonel Isswarto mengatakan, kotak hitam ditemukan di dasar laut dengan kedalaman sekitar 25-35 meter, dan berjarak 100 meter dari posisi awal perkiraan.

“Saat ini kotak hitam dibawa ke dermaga Pelabuhan Tanjung Priok dan diserahkan kepada KNKT (Komite Nasional Keselataman Transportasi) untuk penyelidikan lebih mendalam,”kata Isswarto.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air JT610 jatuh di Tanjung, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi, sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Pesawat tersebut mengangkut 189 orang penumpang, yang terdiri atas 178 orang dewasa, satu anak-anak, dua bayi, dan awak kabin. (*)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Perayaan Cap Go Me Di Kota Bekasi Meriah
  2. Presiden Sampaikan Tiga Pesan Utama di Forum APEC Viet Nam
  3. Berharap Tingkatkan Ekonomi Daerah, Presiden Jokowi Resmikan Tol Surabaya-Mojokerto
  4. Komodo Bond, Obligasi Luar Negeri Pertama Korporasi Indonesia Dalam Mata Uang Rupiah
  5. Yati Andriani : Pembubaran Diskusi di LBH adalah Watak Rezim Antidemokrasi
<