Pengacara Pertanyakan, Bagaimana Mungkin Seorang DPO Polisi, Bisa Mengajukan Pemohon PK di MA?

0
786
?????????????????????????????????????????????????????????

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Prefionalisme kepolisian Polda Metro Jaya sedang diuji, sebab ada seorang yang masuk daftar pencairan orang (DPO) Polda Metro Jaya sejak tahun 2003 lalu, bernama Y.Husen Ibrahim. Ternyata tiba-tiba yang bersangkutan Y Husen Ibrahim pada tanggal 10 Juli 2018 lalu, dapat mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung RI. Atas sengketa tanah yang berada di Kampung Rawa Bambu RT.002, dan RT 003/RW 09 Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi seluas lebih kurang 23.941 meter persegi. Milik klien Pengacara Harianto Soetjipto,SH yang bernama Ny.Teng Ing Nio, Romy Goya dan deni Goya. Demikian diungkapkan oleh Pengacara Harianto Soetjipto,SH kepada Mediagaruda.Co.Id Selasa (16/10).

Pengacara Harianto Soetjipto,SH melanjutkan secara rinci, bahwa sengketa perdata antara kliennya yang bernama Ny.Teng Ing Nio, Romy Goya dan deni Goya dengan para pihak dimana salah satunya adalah bernama Y.Husen Ibrahim tersebut.

“Telah dimenangkan klien kami, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) RI nomor : 2867K/PDT/2012 tertanggal 9 Desember 2013 Jo Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 410/PDT/2011/PT.Bdg tanggal 28 Desember 2012 Jo.Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 401/Pdt.G/2009/PN Bks,”kata Harianto Soetjipto,SH.

Selain itu menurut Harianto Soetjipto,SH, berdasarkan data yang dia pegang bahwa Y.Husen Ibrahim telah ditetapkan sebagai DPO Polda Metero Jaya berdasarkan surat daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan pihak Polda Metro Jaya Nomor Polisi : DPO/220/X/2003/Ditreskrimum tertanggal 14 Oktober 2003, atas nama Y. Husen Ibrahim, Alamat Jalan Perhubungan XI No.76 A Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

“Kami berharap pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya agar dapat segera menangkap DPO ini dan segera memproses hukum sebagaimana mestinya. Karena oknum Y Husen Ibrahim itu, pada saat ini masih berkeliaran dengan bebas. Bahkan beberapa waktu lalu, datang ke lokasi lahan milik Klien kami dan masih mengaku sebagai pemilik sah lahan tersebut.

“Disamping itu, dengan kami ungkapkannya persoalan ini secara terbuka melalui media massa, agar kami berharap, dapat menjadi bahan Majelis Hakim Mahkamah Agung RI, untuk menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan DPO Polisi atas nama Y.Husen Ibrahim ini,”kata Harianto Soetjipto,SH.

Alasan lainnya kata Harianto Soetjipto,SH bahwa oknum yang bernama Y.Husen Ibrahim dalam kasus sengketa lahan ini, diduga selama ini sebagai dalang yang telah melakukan berbagai bentuk rekayasa terhadap pembuatan akta jual beli, akta jual beli aquo. Yaitu sebagaimana terungkap dipersidangan. Buki P.36C tentang DPO Nomor Pol DPO/220/X/2003/Dit.Reskrimum, tertanggal 14 Oktober 2003.

“Dengan jelas terbukti bahwa pemohon PK (Y.Husen Ibrahim) adalah sebagai daftar pencarian orang (DPO) karena telah ditetapkan sebagai tersangka dan melanggar pasal 385 KUHP dan 263 KUHP, yaitu telah membuat rekayasa Surat Keterangan Waris atas nama Tan Eng Tjiang yang palsu sebagai dasar pembuatan keempat akta jual beli, akta jual beli aqua tersebut diatas,”ungkap Harianto Soetjipto,SH. (MG 06)

Ayo Komentar