Dua Pejabat PT.ABM Kabarnya Sudah Ditetapkan Menjadi Tersangka

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Kabar saat ini Polres Metro Kabupaten Bekasi sudah menetapkan dua pejabat developer PT.Agung Buana Mandiri (ABM) yang membangun perumahan Green Gading Setu (GGS) menjadi tersangka, diantaranya Direktur Utama PT.ABM Solihin. Kabar gembira itu, diterima Media Garuda.Co.Id pada Kamis (11/10) malam, dari dari salah satu wartawan Radio swasta Jakarta untuk liputan wilayah Bekasi.

“Udah ditetapkan dua tsk (tersangka,Red). Solihin (Direktur Utama PT.ABM,Red) udah tsk,”kata Wartawan Radio Swasta Jakarta itu memberitahukan kepada Media Garuda.Co.Id, Kamis (11/10) pukul 22.13wib malam.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Kabupaten Bekasi, AKBP Rizal Marito pada Rabu (10/11) kepada MediaGaruda.Co.Id menjelaskan bahwa hari itu pihaknya sedang melakukan gelar perkara

“Hari ini kita gelar perkara, Pak.
“Mudah-mudahan status tersangka sudah bisa tetapkan berdasarkan hasil gelar perkara,”kata AKBP Rizal Marito.

Salah satu konsumen Perumahan GGS, Siti Nur Fauziah menyambut baik, terkait penetapan dua tersangka pejabat PT.ABM itu.

“Walaupun untuk menetapkan dua tersangka kasus dugaan penipuan, dengan bukti awal yang terang-benderang itu Pihak Polres Metro Kabupaten Bekasi membutuhkan waktu hampir 17 bulan,”ujar Fauziah.

Sementara itu, salah satu tokoh buruh Bekasi, Sarino dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi bidang advokasi, pada Kamis (11/10) malam mengatakan kepada MediaGaruda.Co.Id bahwa Polres Metro Kabupaten Bekasi harus segera memanggil dan menahan para tersangka tersebut. Dan penyidik juga harus terus bergerak cepat, menyita asset PT.ABM dan menemukan para tersangka lainnya, yang diduga ikut berperan serta dalam kasus dugaan penipuan ini.

Alasannya kata Sarino, para pelaku kasus penipuan ini benar-benar nekad dan sangat berani menyalah gunakan perijinan pembangunan perumahan bersubsidi Presiden Jokowi bagi kalangan warga berpenghasilan rendah dan kalangan buruh, yang didukung penuh oleh seluruh elemen serikat pekerja (SP) dan serikat buruh (SB) yang ada di Bekasi.

“Kami seluruh elemen serikat pekerja (SP) dan serikat buruh (SB) yang ada di Kota dan Kabupaten Bekasi selama ini mendukung penuh program perumahan bersubsidi, Presiden Jokowi ini, sebab hal itu memang menjadi kewajibannya pemerintah.

Dan kami tokoh tokoh SP-SB Bekasi mengecam keras oknum-oknum yang menyalahgunakan perijinan perumahan bersubsidi ini dan para pelakunya, jika sudah ditetapkan menjadi tersangka, harus segera ditahan dan dihukum seberat-beratnya.Dan penyidik harus segera menyita asset PT.ABM sebagai jaminan uang booking dan DP milik para konsumen yang dirugikan,”kata Sarino.

Karena mayoritas korban penipuan rumah bersubsidi perumahan GGS ini, adalah buruh pekerja pabrik yang sehari-harinya bekerja di kawasan industri di sekitar lokasi yang renacana dibangun perumahan GGS di Desa Cibening, Setu, Kabupaten Bekasi.

Disamping itu, Sarino juga menyayangkan jika kemarin-kemarin ada pihak-pihak mengatakan, bahwa pembangunan perumahan ini macet, karena pihak PT.ABM kekurangan pendanaan.

Padahal kata Sarino, terjadinya kejahatan tindak pidana ini bukan disitu, tapi karena oknum-oknum pihak PT.ABM dan kroni-kroninya itu diduga bertindak nekad menyalahgunakan perijinan pembangunan rumah bersubsidi program Presiden Jokowi bagi kalangan warga berpenghasilan rendah dan para buruh sebagai alat untuk melakukan penipuan kepada para konsumen Perum GGS.

“Caranya oknum-oknum PT.ABM itu diduga dengan sengaja menghabiskan uang DP milik konsumen yang disetor di rekening PT.ABM pada Bank Tabungan Negara (BTN) cabang Perumahan Aster Cikarang Barat.Tanpa ijin pemiliknya yaitu para konsumen GGS, dan tidak menjalankan kewajibannya membangun rumah bersubsidi pesanan konsumen.

“Maka dua barang bukti awal milik konsumen atau pelapor kasus ini, yaitu bukti slip tranver uang DP kepada rekening atas nama PT.ABM dan pengembalian uang DP dari direksi PT.ABM kepada konsumen berupa, check Bank BTN yang tidak bisa dicairkan, karena uangnya sudah dihabiskan oknum-oknum PT.ABM. Maka dengan dua alat bukti itu saja, sudah bisa digunakan penyidik untuk menetapkan tersangka (TSK) kasus dugaan penipuan ini dan tidak perlu menunggu bantuan dari PPATK.

“Dan para tersangka penipuan ini harus segera dipanggil dan ditahan, serta, tidak boleh menjadi menghirup udara bebas, seperti selama tahun ini,” kata Sarino.

Disamping itu, kata Sarino  pihak penyidik harus juga segera pihak-pihak lain, termasuk memanggil pihak Bank BTN Cabang Bantargebang-Cibubur yang pernah melakukan wawancara dan pemeriksaan kelengkapan dokumen para konsumen membeli rumah bersubsidi ini di depan kantor PT.ABM pada awal tahun 2016 lalu.

“Sebab kabarnya, akibat wawancara dengan Bank BTN cabang Bantargebang-Cibubur itu, hari-hari selanjutnya para konsumen yang lulus wawancara, saat hari itu langsung diwajibkan membuat rekening Bank BTN itu, dan setiap hari didesak terus oleh oknum-oknum PT.ABM dan diminta segera melunasi DP rumah bersubsidi ini.Sehingga dengan terpaksa para konsumen melunasi DP rumahnya, sehingga akibatnya kerugian konsumen ber-milyar-milyar seperti pada saat ini,”kata Sarino.

Sarino, juga menjelaskan pada saat ini seluruh elemen serikat pekerja (SP) dan serikat buruh (SB) Bekasi, baik itu keluarga besar FSPMI, maupun keluarga besar K-SPSI dan keluarga besar SP, SB lain yang ada di Bekasi. Akan mengikuti dan memantau dengan seksama proses kasus hukum kasus ini, agar tidak kembali jalan ditempat lagi seperti kemarin-kemarin.

“Atau ada pihak-pihak yang coba-coba bermain mata, agar pelakunya tidak dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku. Sebab, faktanya hanya untuk menetapkan tersangka awal saja, Polres Metro Bekasi ternyata membutuhkan waktu hampir 17 bulan, sejak diterbitkannya Laporan Polisi tanggal 8 Mei 2017 dan Oktober 2018 baru ditetapkan tersangkanya.

“Bahkan itu juga, karena setelah Tim Perwakilan Konsumen Perum GGS mendatangi dan meminta bantuan advokad terkenal Dr.Hotman Paris Hutapea,SH di Kopi Joni, Jakarta Utara, agar kasusnya lambatnya kinerja Polres Metro Kabupaten Bekasi diviralkan melalui media sosial atau medsos,”kata Sarino.

Salah satu konsumen perumahan GGS Eko Murdiyanto yang menjadi korban penipuan ini dan saat ini aktif menjabat pengurus unit kerja (PUK) serikat pekerja logam elektronik mesin (SP LEM) serikat pekerja seluruh Indonesia (SPSI) di kawasan MM-2100 Cibitung, membenarkan bahwa mayoritas konsumen GGS adalah buruh pabrik yang sehari-harinya bekerja di kawasan industri dan luar kawasan industri Bekasi yang berpenghasilan pas-pas-san. (MG 06).

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Pesan Berantai Pidato Presiden Tentang Pilkada DKI Adalah Hoaks
  2. Petani Jagung dan Palawija Jangan Sampai Rugi Akibat Minim Subsidi Benih
  3. Kopi Transparan Tanpa Warna Pertama Di Dunia
  4. Presiden Jokowi Minta Program Pertanian dan Dana Desa Mampu Sejahterakan Masyarakat
  5. Kapolda Jabar Bantah Keluarkan Surat Keputusan Soal Prioritas Akpol
<