Kiai M.Nasir : “Pejabat Yang Turut Mendolimin Konsumen GGS, Bakal Saya Laporkan Ke Presiden Jokowi”

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Pengasuh Pondok Pesantren Tafidzul Qur’an Al-As’adiyah KH.Mochmad Nasir, kepada MediaGaruda.Co,Id mengaku kesal, setelah mendengarkan langsung berbagai keluhan para konsumen perumahan Green Garding Setu (GGS) yang sejak awal tahun 2016 lalu, sampai saat ini begitu sulit mencari keadilan hukum. Padahal berbagai bukti, sudah banyak yang dikantongi penegak hukum. Untuk men-tersangkan oknum-oknum developer PT.Agung Buana Mandiri (ABM) yang diduga menipu konsumen Perum GGS.

“Termasuk satu orang keponakan saya, juga menjadi salah satu konsumen Perum GGS, yang diantara 507 orang konsumen yang tertipu dalam kasus ini,”kata Kiai Mochmad Nasir usai memimpin doa memimpin doa Isiqhosah Kubro, di aulan The As’ad Said Ali, NU Centre, Kota Bekasi, kepada MediaGaruda.Co.Id, Minggu (8/7) siang.

Menurut Kiai Mochmad Nasir perilaku oknum-oknum pejabat yang bekerja tidak sesuai sumpah jabatan di Bekasi dan diduga mendholimin para konsumen Perum GGS, benar-benar sangat merugikan dan menjatuhkan citra Presiden Jokowi yang pro-rakyat kecil, dan harus ditindak tegas.

“Saya tahu betul Bapak Presiden Jokowi itu, beliau orangnya pro rakyat kecil. Karena pada awal Ramadhan belum lama ini, saya bertemu Bapak Presiden Jokowi di Istana Negara, dan melihat langsung sifat Presiden Jokowi yang jujur dan pro-rakyat kecil ini,”kata Kiai Mochmad Nasir.

Kiai Maochmad Nasir juga berjanji, kepada para konsumen Perum GGS, bahwa akan melaporkan para oknum-oknum aparat penegak hukum yang diduga terlibat pendholiman kepada para konsumen Perum GGS, langsung kepada Presiden Jokowi.

“Tunggu Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu jika dalam waktu dekat saya kembali dipanggil Bapak Presiden Jokowi, akan langsung saya laporkan kepada beliau oknum-oknum penegak hukum yang selama ini diduga mendholimin 507 orang konsumen Perum GGS ini,”janji Kiai Mochamad Nasir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya sekitar 500 orang lebih, konsumen Perumahan GGSsejak awal tahun 2016 lalu, berjuang mencari keadilan hukum sampai saat ini. Karena telah membeli rumah subsidi Perum GGS kepada PT.Agung Buana Mandiri (ABM) yang beralamat di Kampung Rawa Atug, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Dan sudah membayar uang booking fee dan DP yang jika ditotal seluruhnya berkisar 4 millar lebih. Tetapi rumah tersebut sampai saat ini tidak dibangun oleh PT.ABM.

Berkali-kali perundingan bipartite sudah dilakukan oleh Tim Perwakilan Konsumen untuk menuntut pengembalian kerugian konsumen kepada PT.ABM dan sampai hari hasilnya nihil.

Sejak tanggal 8 Mei 2017 lalu, kasus dugaan penipuan ini juga sudah dilaporkan kepada pihak Polresta Kabupaten Bekasi.

Bahkan terkait, kurang maksimalnya kinerja penyidik Polresta Kabupaten Bekasi dalam menangani kasus ini-pun, juga sudah dilaporkan oleh Tim Perwakilan Konsumen kepada PROPAM POLDA METRO JAYA, KOMPOLNAS san KOMNAS HAM.

“Tetapi nyatanya sampai hari ini belum ada satupun oknum PT.ABM yang dijadikan tersangka. Apalagi ditahan ataupun asset-aset PT.ABM dan oknum-oknum PT.ABM menggunakan perusahaan ini disita oleh penyidik, sampai saat ini masih hayalan,”kata Pratigto, Koordinator Tim Perwakilan Konsumen. (red)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Lebih 12 Juta Wisatawan Berkunjung ke Indonesia Sepanjang 2016
  2. Disambut 21 Dentuman Meriam, PM Denmark Kunjungi Presiden Jokowi di Istana Bogor
  3. TB Simatupang dan Kalibata Banyak Dilirik Investor Properti
  4. Kepala Desa Terpilih di Kec. Argapura dilantik Bupati Majalengka
  5. Baznas Kota Bekasi Salurkan Bantuan Gerobak Kepada Pelaku UKM
<