Presiden Jokowi Tegaskan Politik TNI/Polri Adalah Politik Negara

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sebagai sesasama aparat negara, sudah sewajarnya dan seharusnya Panglima TNI dan Kapolri selalu berjalan beriringan, bersinergi, saling mengisi, dan saling menutupi.

“Memang sudah seharusnya seperti itu, jangan ditanyakan lagi,” kata Presiden Jokowi menjawan wartawan usai menghadiri acara Buka Puasa Bersama Presiden Republik Indonesia dengan  Keluarga Besar TNI-Polri dan Masyarakat, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6) petang.

Mengenai kemungkinan pilihan politik bagi prajurit TNI dan anggota Polri, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa yang namanya TNI/Polri itu politiknya adalah politik negara, tidak boleh kemana-mana, sudah jelas.

“Saya tekankan berkali-kali kepada Panglima, kepada Kapolri semuanya, selalu saya tekankan itu. Politik TNI dan Polri adalah politik untuk negara. Negara itu siapa? Rakyat, pemerintah yang sah,” tegas Presiden.

Sementara terkait kenaikan biaya operasional 771% bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa), Presiden Jokowi mengatakan, bahwa Babinsa ada di seluruh wilayah terutama di pelosok-pelosok.

“Mereka ini adalah yang paling depan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama yang ada di daerah, yang ada di desa, yang ada di pelosok, yang ada di pinggiran. Oleh sebab itu diberikan tunjangan yang lebih. Kita berharap ada kinerja yang lebih baik, lebih konkret, lebih bagus,” ujar Presiden Jokowi. (RSF/RAH/ES)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. PON XX 2020 di Papua Diperkirakan Membutuhkan Anggaran Rp10-15 Triliun
  2. Idrus Marham Jadi Mensos, Moeldoko Jadi KSP, Agum Wantimpres, dan Yuyu Sutisna Jadi KSAU
  3. Dinas LH akan Terus Edukasi Warga Agar Bisa Memilah Sampah
  4. KPK Masih Telusuri Adakah Modus Korupsi di Balik Mangkraknya 34 Proyek Pembangkit Listrik
  5. DPR Sahkan RUU Pemilu, Diwarnai Aksi Walkout Empat Fraksi
<