Kabupaten Bekasi Mengalami Darurat Sampah

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Puput TD Putra, Direktur Eksekutif Kawal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (KAWALI) pada Senin (28/5) siang ini mengeluarkan rilis berita terkait, darurat sampah di wilayah Kabupaten Bekasi. Karena tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) yang memadai.

Pada rilis berita yang diberi judul “TPA Burangkeng TidakI Mudah Kelola Volume Sampah Skala Besar Milik Industri,” itu. Juga disertakan beberapa photo hasil investigasi KAWALI terkait pengelolaan samoah di TPA Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi.

Dijelaskan oleh Puput TD Putra, bahwa berdasarkan investigasi KAWALI bahwa saat ini permasalahan persampahan Kabupaten Bekasi mengindikasikan menuju kondisi “darurat sampah”.

Maka diperlukan komitmen kuat untuk melakukan revitalisasi pengelolaan sampah TPA Burangkeng secara total, dan tepat guna dengan berbagai cara seperti : Multi-Teknologi yang berpektif lingkungan (ramah lingkungan), juga di iringi dengan pengelolaan mulai dari sumbernya,memperdayakan pembangunan TPS 3R.

Dalam pengamatan KAWALI pengelolaan sampah dan penanganannya selama ini kita perhatikan pola-pola  pengelolaan sampah di beberapa wilayah masih dengan pola ditumpuk secara terbuka ( open dumping ) Dimana sistem tersebut tak lagi diperkenankan, sebagaimana di amanatkan di Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Persampahan. Dalam Pasal 29 huruf (e) dijelaskan, dilarang melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir dan malah ada temua sebagian sampahnya ada yang di Bakar di Lokasi TPA Burangkeng (sampah diduga milik Insdustri)

Sampah yang ditumpuk terbuka akan rentan dengan penanganan air lindi ( leacheate ), serta gas methana (CH4) yang timbul akibat reaksi biokimia, dapat menyebabkan ledakan dan kebakaran di TPA (sudah beberapa kali terjadi hal ini di TPST Bantar Gebang) Gas methana yang dihasilkan pada timbunan sampah di lokasi TPA, juga telah menyumbang 20-30 kali lebih besar dari pada karbon dioksida (CO2) Karbon dioksida merupakan pembentuk emisi gas rumah kaca (GRK). Zat tersebut pun menjadi penyebab meningkatnya suhu bumi atau biasa disebut pemanasan global .

Salah satu contoh TPA Cipayung Depok, TPST Bantar Gebang, Meski sudah dilakukan perbaikan Tempat Pembuangan Sampah, namun dampak negatif lingkungan dan sosial menjadi sumber masalah. Seperti penyakit, pencemaran udara, tanah, dan air tanah/irigasi bau hingga radius ber-kilometer jarak jangkaunya, menyebabkan krisis air bersih, serta rawan konflik sosial.

Dalam penerapan jangka panjang kedepannya Kabupaten bekasi harus memiliki pengolahan sampah dengan tatakelola yang baik. (MG 06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Presiden Jokowi Terus Dorong Kemudahan Investasi Orientasi Ekspor
  2. Saksi Detik-detik Bom Kampung Melayu
  3. LPEI Dorong UKM Di Indonesia Timur
  4. Dishub Jabar Nyatakan Bus Kecelakaan Maut Ciloto tak Terdaftar
  5. Segera Fokus Bangun SDM, Presiden Jokowi: Pendidikan Harus Berubah Total
<