Survei Ilma Research dan Consulting: Pasangan TB Hasanuddin – Anton Charliyan Unggul

0
1678

BANDUNG, MediaGaruda.Co.Id – Pasangan yang diusung PDI Perjuanaganyang di anggap  mempunyai program dan solusi nyata terhadap persoalan di Jabar, Pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan dinilai unggul dalam debat publik kedua Pilgub Jabar 2018.

Berdasarkan rilis survei Ilma Research dan Consulting. Survei dilakukan pada 15 – 20 Mei di 27 Kabupaten dan Kota di Jabar. Survei menggunakan teknik multistage random sampling terhadap 800 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of errorsebesar 3,46 persen.

Peneliti Ilma Research dan Consulting Okan Darsyah menjelaskan ada temuan baru pascadebat kedua Pilgub Jabar 2018. TB-Anton dinilai memiliki program dan solusi nyata dalam memimpin Jabar dengan persentase 16,63 persen.

“Kemudian disusul pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 15,00 persen, lalu Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum 14,13 persen dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu 8,50 persen,” kata Okan saat rilis survei di Hotel Malaka, Jalan Halimun, Kota Bandung, Kamis (24/5/2018).

Ia menuturkan ketika responden ditanya soal pasangan yang paling menguasai persoalan di Jabar, pasangan Deddy-Dedi unggul 16,25 persen. Lalu disusul Ridwan-Uu 16,00 persen, TB-Anton 14,13 persen dan Sudrajat-Syaikhu 8,50 persen.

“Berbeda dengan program dan solusi tadi, Deddy-Dedi dianggap lebih menguasai persoalan di Jabar,” ucapnya.

Menurutnya secara keseluruhan survei ini menunjukkan pasangan paling unggul dalam debat kedua yakni pasangan TB-Anton dengan 16,13 persen. Sementara itu Ridwan-Uu 15,75 persen, Deddy-Dedi 15,13 persen, dan Sudrajat-Syaikhu 7,75 persen.

“Keunggulan secara umum pasangan TB-Anton ini karena program-program yang ditawarkan merakyat dan linier dengan program pemerintah pusat,” ujar Okan

Pengamat politik Adilyana Slamet menilai masyarakat yang menyaksikan debat merupakan pemilih rasional. Artinya, mereka memilih calon yang menawarkan program nyata.

“Menurut saya ini temuan paling menarik. Ini pemilih rasional dan kuat. Karena mereka memilih sesuai dengan program kerja yang mereka inginkan dari para calon saat debat itu,” kata Adiyana. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here