Hati-Hati, PNS Terbukti Lakukan Ujaran Kebencian Bisa Dipecat

Jakarta, MediaGaruda.Co.Id – Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti melakukan ujaran kebencian bisa dipecat. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kabiro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, regulasi tersebut mengatur sanksi PNS. Hukumannya, kata dia, bertingkat dan paling berat bisa dipecat.

“Hukuman paling beratnya apa? Pemberhentian tidak dengan hormat alias dipecat. Kita akan lihat tingkatannya,” kata dia seperti dilansir dari detikFinance di Jakarta, Senin (13/5/2018).

Ridwan mengatakan, aturan itu tidak hanya mengatur netralitas PNS, namun juga bisa digunakan untuk mengatur ujaran kebencian.

“Kepala BKN cuma ingin menegaskan lagi tidak cuma, nggak hanya netralitas lho, ujaran kebencian yang meresahkan, itukan baru. Tapi itu bisa di-refer ke PP 53 tentang Disiplin PNS,” ungkapnya.

Ridwan menambahkan, masyarakat bisa melaporkan PNS yang melakukan ujaran kebencian melalui lapor.go.id. Kemudian, bisa memanfaatkan sejumlah media sosial BKN di Twitter twitter.com/bkngoid, Facebook facebook.com/bkngoid. Kemudian, masyarakat juga bisa melaporkan ke email humas@bkn.go.id.

Tak hanya itu, Ridwan juga mengatakan masyarakat bisa melaporkan PNS yang bersangkutan ke pemerintah daerah hingga instansi yang menaunginya.

“Sebenarnya tidak yang istimewa dengan pelaporan PNS yang lain, bisa berjenjang, katakanlah kalau daerah bisa gubernur, walikota, bupati bisa ke inspektoratnya,” tutupnya. (*)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Presiden Jokowi Pegang Teguh Komitmen Awal Tidak Intervensi KPK
  2. Usai Tinjau Tol Bocimi, Presiden Jokowi Shalat Dzuhur Di Mesjid Alhujuriah Sukabumi
  3. Januari 2017 Atlet PON XIX Jabar Terima Bonus
  4. Dana Pinjaman Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari China Diteken Mei
  5. PKB Jabar Targetkan 14 Kursi di DPRD Jawa Barat
<