Facebook Nyatakan Data Pribadi yang Bocor Naik Jadi 87 Juta Pengguna

San Francisco, MediaGaruda.Co.Id – Facebook menyatakan data pribadi hingga 87 juta pengguna mungkin disalahgunakan oleh firma konsultasi politik Cambridge Analytica, lebih besar dari angka sebelumnya yang hanya 50 juta pengguna.

CEO Mark Zuckerberg dalam jumpa pers menyatakan mereka tidak melihat “dampak berarti” dalam penggunaan data atau penjualan iklan setelah skandal tersebut, namun, “tidak baik” bagi mereka karena orang-orang menjadi tidak suka terhadap Facebook, dilansir dari Reuters.

Dalam kesempatan tersebut, Zuckerberg menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut dan berpendapat dirinya masih layak memimpin Facebook.

“Ketika Anda membangun sesuatu seperti Facebook, hal yang tidak terduga di dunia, pasti akan ada sesuatu yang tidak berjalan lancar,” kata Zuckerberg, dan menambahkan yang terpenting adalah belajar dari kesalahan.

Zuckerberg mengaku tidak memecat siapapun terkait skandal ini, dan tidak merencanakan pemecatan.

“Saya tidak mau mengorbankan orang lain atas kesalahan ini,” kata dia.

Pimpinan Facebook dijadwalkan akan bersaksi di hadapan Kongres Amerika Serikat pekan depan.

Dalam unggahan resmi di blog, petinggi teknologi Facebook Mike Schroepfer menyatakan kebanyakan dari 87 pengguna yang datanya dipakai oleh Cambridge Analytica adalah pengguna Facebook di AS. (*)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Artikel Lainnya :

  1. Revisi UU ITE Diberlakukan, Wakapolri Imbau Pemakai Medsos Harus Hati-Hati
  2. Medsos Diisi Saling Maki, Para Guru Diharapkan Ajarkan Nilai Ke-Indonesia-an
  3. Virus Ransomware WannaCry 200.000 Korban yang Tersebar di 150 Negara
  4. Jangan Mudah Percaya Medsos, ini Alasan dari Kepolisian
  5. Ini Ringkasan Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik 2017-2019
<