Hari Air Dunia ke-26, Ini Komitmen Jabar

0
324

KAB BEKASI, MediaGaruda.Co.Id  – Memperingati Hari Air Dunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mempertahankan dan menjaga kualitas udara baik maupun kualitasnya.

“Kita memperingati hari udara dunia tentu tidak hanya seremoni tapi ini adalah komitmen kita untuk lebih peduli baik kualitas maupun kualitasnya,” tegas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) usai menanyakan hari udara dunia ke 26 tingkat Provinsi Jabar yang dipusatkan di daerah Situ Abidin , Desa Karangmulya Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Kamis (22/03/2018).

Aher menuturkan, udara yang normal secara kuantitas, dari sungai hulu, tengah hingga hilir debit udara relatif merata. Agar kuantitasnya dapat dilakukan maka harus dilakukan pengerjaan di berbagai daerah di hulu dan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) di seluruh sungai di Jabar.

“Supaya kuantitasnya teratur maka kita harus melakukan penghijauan di berbagai tempat khusus di kawasan hulu dan sepanjang DAS di sungai yang ada, hanya saja kata kuncinya agar udara kembali normal,” tuturnya.

Aher mengatakan, aliran debet yang mengalir dari bulan Januari hingga Desember mengalir normal. Bila ada satu, ada debit udara yang terlihat tinggi tidak akan berbahaya jika digunakan oleh orang-orang yang tidak bisa memilih sampah ke sungai. Disaat musim kemarau pun dimana debit udara tidak akan menghasilkan kekeringan karena pasokan udara dari hulu tetap terus mengalir.

“Saya katakan tadi bahwa udara itu harusnya mengalir normal dari bulan Januari hingga kemudian jika ada debit udara yang terlihat tinggi tapi itu tidak akan berbahaya karena terkendali oleh hutan yang mana-mana. Kalau di musim kemarau ada debit yang lebih jauh tetapai tidak menyebabkan kekeringan karena pasokan udara dari hulu tetap terus mengalir, “jelasnya.

Yang kedua, lanjut Aher, Pemprov Jabar dan masyarakat harus terus berkomitmen atau kualitas udara. Seperti tidak mengotori udara, embung, situ dan tidak sampah, limbah pabrik, limbah rumah tangga dan ternak ke sepanjang aliran sungai.

“Kita harus berkomitmen untuk menghitung udara. Di sempadan sungai dan tidak bisa mengeluarkan apapun dan rumah harus menghadap ke sungai jangan membelakangi,” ujarnya.

Sebab menurutnya, bila rumah dibangun dengan menghadap ke sungai maka sungai akan menjadi kebunnya. Saat dibakar maka sungai akan menjadi tempat pembuangan.

“Dengan cara ini dan berkomitmen untuk mendebit kuantitas dan kualitas maka Insya Allah kita akan tetap memiliki udara bersih bagi kehidupan kita,” ucapnya.

Langkah Pemprov Jabar selama ini terus melakukan penghijauan di sungai hulu, Perbaikan cekdam bersama Kementerian PUPera, kebersihan embung-embung, memlihara DAS dan menormalisasi sungai.

“Masa ini perlu usaha bersama secara serentak. Sekarang kita bersyukur ada Perpres tentang kendali citarum, dengan Perpres ini yang asalnya bersama-sama bekerja tapi belum bekerja sama, sekarang sudah bersama-sama bekerja dan bekerja sama. Insya Allah akan dari mulai , mudah-mudahan kedepan dengan pengendalian ini akan kembali harum dan airnya jernih lagi, “ungkapnya.

Dalam hari-hari udara dunia yang bertemakan “Alam untuk Air” ini, Gubernur Aher berkesempatan melakukan penebaran 500 ribu benih ikan nilem, emas, sepat dan ikan tawes di Situ Abidin serta penanaman 500 pohon. Dalam peringatan tersebut, kami telah memilih 8 orang duta udara Jabar.

Menurut Wakil Bupati Bekasi Eka Supriatmadja, pengumuman hari udara dunia ke 26 tingkat Jabar ini sangat tepat dilakukan di Situ Abidin karena kawasan ini sebagai tempat penampung udara dan konservasi udara juga berfungsi untuk pengendalian banjir dan juga dicanangkan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bekasi .(*)

Ayo Komentar