Pilkada 2018, Aher Ajak Media Tebar Pesan Damai

BANDUNG, MediaGaruda.Co.Id  — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), mengatakan media adalah sarana yang menginformasikan suatu kejadian atau peristiwa kepada masyarakat luas, termasuk terkait gelaran Pilkada 2018 di Jawa Barat.

Maka, dengan peran media yang vital tersebut. Aher mengajak media untuk berperan menjadi penyebar pesan damai, supaya menciptakan ketenteraman, serta keamanan saat penyelenggaraan pemilihan kepala daerah 2018.

“Demokrasi adalah tata cara atau alat untuk sampai pada tujuan. Jangan sampai alat tercederai, alat itu harus bagus kalau tujuannya bagus. Dan media lah yang memiliki peran penting menyampaikan ketentraman dan kedamaian,” kata Gubernur Ahmad Heryawan, pada kegiatan Sawala Pilgub Jabar, dengan tema ‘Akur Jaga Lembur’, di Saung Angklung Udjo Bandung, Sabtu (03/02/2018).

Selain itu kata Aher, media memiliki kekuatan dalam mengarahkan pandangan masyarakat, sehingga diperlukan pemberitaan yang akurat sesuai dengan peristiwa yang sedang terjadi. Atau, yang Dirinya sebut dengan Jurnalisme Tabayun, dengan konsep ‘cover all side’.

“Hal ini, diharapkan dapat meminimalisir adanya ketegangan diantara masyarakat yang berbeda pandangan,” kata Aher.

Maka dengan cara seperti itulah, Aher berharap media dapat menjaga keguyuban semua pihak, baik itu para calon, partai pengusung, maupun tim sukses termasuk masyarakat lainnya. Sehingga Pilkada dapat menjadi pesta demokrasi yang harmonis.

“Persaingan ada, tapi tetap pada koridor membangun, dalam koridor akur, dan guyub,” ucapnya.

Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama KPU Jawa Barat tersebut.

Selain itu, Yayat juga mengingatkan agar kontestasi di Pilgub Jabar berjalan dengan tingkat kompetisi yang sangat tinggi, namun tetap ‘akur jaga lembur’. Terlebih biaya Pilgub sangat besar.

“Akan rugi jika tidak ada kompetisi seperti itu,” kata Yayat.

Yayat berharap, para Paslon beradu gagasan sesengit-sengitnya dan sebebas-bebasnya agar rakyat bisa memilih. Begitupun dengan visi misi antar Paslon yang harus variatif.

“Terpenting, Paslon tetap akur dan menjaga silaturahmi. Inilah makna edukasi politik,” pungkas Yayat.(*)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Terduga Pelaku Penganiayaan Pimpinan Ponpes Ditangkap
  2. Wagub Demiz: Wirausaha Solusi Masa Depan
  3. Amerika Serikat Usir Diplomat Rusia
  4. Agar Biaya Haji Lebih Efisien, BPKH Siap Kontrak Jangka Panjang Fasilitas di Arab Saudi
  5. Wow, Sudah 90 Ribu Orang Ikut Tax Amnesty
<