Kemenko PMK Dorong Optimalisasi Perawatan Dan Pelestarian Budaya Indonesia

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berharap pengelolaan dan pelestarian warisan budaya bisa dilakukan oleh semua pihak, khusunya pemerintah daerah. “Pemerintah daerah lebih mengetahui prioritas dan potensi dalam pelestarian serta pengelolaan warisan budaya di daerahnya. Karena itulah sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah harus lebih kuat,” ucap Asisten Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari.

Menurut Pamuji, hingga kini ada 16 warisan dunia UNESCO yang terdiri dari warisan budaya, warisan alam dunia dan warisan budaya tak benda. “Ini semua telah diakui dunia,” katanya. Pamuji menambhakan, hingga kini Indonesia juga memiliki 18 tentative list daftar warisan dunia untuk UNESCO. “Warisan budaya yang telah terdaftar di UNESCO harus dijaga kelestariannya agar status warisan dunia tak tercemar,” tegasnya.

Namun disisi lain, Asdep Pamuji menyampaikan bahwa inventarisasi dan penetapan objek/situs/kawasan yang tergolong warisan nasional dan daerah belum dilakukan secara optimal. Begitu pula perawatan dan pelestarian atas sumberdaya budaya dan alam Indonesia masih terbatas, umumnya masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan.

Selain itu, menurut Pamuji, pengelolaan sumberdaya budaya dan alam tersebut masih dilakukan sesuai dengan kepentingan dan kebijakan K/L dan daerah masing-masing dan belum dilakukan secara terintegrasi antara pusat dan daerah serta dengan stakeholders yang ada di sekitar kawasan/objek.

“Ditambah dukungan program dan anggaran untuk pengelolaan warisan budaya dan alam masih terbatas atau minim,” jelasnya.

Untuk itu, menurut Pamuji, perlu integrasi dan sinkronisasi Program dan Anggaran di masing-masing K/L dan Pemda (Provinsi/Kabupaten/Kota) serta pemangku kepentingan lainnya agar dilakukan dengan prinsip gotong royong.

“Perlu juga kerjasama yang dilakukan dengan baik dan optimal, agar mendatangkan manfaat yang besar bagi pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya dan alam dunia kita, serta terhindarnya dari ancaman bahaya (in danger),” kata Pamuji.(zam)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. DPR Hormati Keputusan Pemerintah Cabut Badan Hukum HTI
  2. Aher: Saatnya BJB Bersaing dengan Perbankan Nasional
  3. Presiden Joko Widodo Tiba Di Jakarta setelah ke Filipina dan Hongkong
  4. Kompetisi Antar Negara Akan Rebutkan Pangan
  5. Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Bantah Pulau Reklamasi akan Digunakan Hiburan Malam
<