Musim Hujan, Masyarakat Perlu Waspada Terhadap Bencana dan Penyakit

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Deputi bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kementerian Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Masmun Yan Manggesa mengatakan beberapa daerah di Indonesia khususnya daerah pulau Jawa saat ini masih masuk dalam periode pancaroba.

Menukil dari Prediksi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mengungkapkan, musim hujan akan berlangsung mulai akhir bulan Oktober hingga November 2017. “Untuk itu kita memerlukan kesiapan dari masing-masing Kementerian dan Lembaga terkait dalam menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di beberapa daerah di Indonesia,” ucap Yan Manggesa di Kantor Kemenko PMK.

Untuk mengantisipasi terjadinya suatu bencana yang tidak diinginkan, Yan berharap, ada sosialisasi di daerah rawan bencana melalui peta rawan bencana dan sistem peringatan dini, penetapan status keadaan darurat bencana (status siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi darurat ke pemulihan) harus dilakukan secara cepat dan tepat oleh pengambilan keputusan di setiap level (bupati/gubernur/presiden) untuk menghindari jatuhnya korban jiwa serta meluasnya dampak bencana.

“Dalam keadaan darurat, beberapa hal yang harus dipenuhi yaitu pemenuhan kebutuhan makanan bagi korban dan relawan, pemenuhan perlengkapan evakuasi , mengatasi permasalahan sinyal komunikasi, penanganan jalan putus dan pelayanan kesehatan,” Yan Manggesa menjelaskan.

Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga Terkait, khususnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga turut waspada mengenai keadaan cuaca dan ilklim yang terjadi saat ini.

Selain hal itu, sebagai pengawas isu bencana di Kemenko PMK, Yan Manggesa mengingatkan kepada masyarakat, Pada masa pancaroba, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, seperti hujan lokal yang tidak merata, kemudian hujan berlangsung singkat pada siang menjelang sore hingga malam hari. “Masyarakat dalam hal ini bisa bergotong royong membersihkan saluran air, memangkas cabang pohon yang rapuh dan yang pasti adalah lebih mewaspadai ancaman penyakit diare, demam berdarah yang pencegahannya adalah masyarakat melakukan pemberantasan dan kebersihan lingkungan,” ucapnya. (zam)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Wiranto Sampaikan 5 Frasa Selesaikan Dugaan Pelanggaran HAM Peristiwa 1965
  2. SMSI Sosialisasi Server Bersama dan News Room SMSI di Banten
  3. Harga Bahan Pokok Stabil, Presiden Jokowi Apresiasi Mendag, Mentan dan Kapolri
  4. Ciptakan Politik Damai, Gubernur Malut Ajak Seluruh Paslon Ciptakan Politik Santun
  5. Agus Wiguna Teradikalisasi Lewat Grup Percakapan Media Sosial
<