Kemenko PMK: Tekan Beban Ekonomi Negara Melalui Gaya Hidup Sehat

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengaku biaya ekonomi Indonesia kian meningkat karena disebabkan tingginya jumlah penderita penyakit kronis seperti jantung, Kanker, dan Diabetes. “Indonesia mempunyai beban untuk mengatasi penyakit tersebut sebesar US$ 7 miliar atau sekitar Rp 93 triliun,” kata dr. Sigit Priohutomo.

Menukil data yang dirilis oleh Studi Beban Penyakit atau Global Burden of Disease Study (GBD), mengatakan terjadi pola perubahan penyakit yang ditandai dengan penurunan angka harapan hidup dan kematian akibat penyakit menular jika dibandingkan dengan kondisi pada satu dekade yang lalu, yakni tahun 2006. Akan tetapi, kematian akibat penyakit tidak menular (PMT) justru meningkat.

“Biaya kesehatan makin naik, dan ini tantangan kita bersama ke depan. Karena selain berdampak pada biaya kesehatan, juga mengakibatkan menurunnya produktivitas masyarakat; dan menurunnya daya saing. Masyarakat perlu disadarkan kembai akan pentingnya menjaga kesehatan,” kata Sujatmiko.

Sebagai pengawal isu kesehatan di Kemenko PMK, ia menganggap masyarakat saat ini cenderung tidak aktif secara fisik, konsumsi makanan lebih suka makanan siap saji, belum lagi persoalan alkohol dan rokok. “Faktanya, prevalensi penyakit seperti diabetes di Ibu kota misalnya, sudah mencapai 37 persen dan kebanyakan adalah anak-anak muda,” tegas Sujatmiko lagi.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Sehingga untuk menangani akan hal ini adalah penyadaran kembali masyarakat terkait Germas. “Jika ingin sehat maka harus ada tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama oleh seluruh stake holder dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat,” Sujatmiko menjelaskan. Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan upaya-upaya Koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait.

Dia menekankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sebagai satu program yang sifatnya mencegah untuk terjadinya penyakit-penyakit yang ditimbulkan karena pola hidup yang tidak baik. “Sekali lagi, mari kita terapkan nilai-nilai Germas dalam kehidupan sehari-hari agar biaya kesehatan dapat efisien serta mampu mengantisipasi tantangan ke depan,” pungkasnya.( Zam )

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Edi Hasibuan Dukung Penghentian Kasus Kaesang Pangarep
  2. Polwan Polres Metro Kembali Bersilahturahmi Ke Majlis Ta’lim Jami Al Iklas
  3. Kembali Bangun Pidie Jaya Aceh, Presiden Jokowi Minta Warga Ikhlas
  4. Sebut Indonesia Lebih Baik, Presiden Jokowi: Siapkan Mitigasi Hadapi Ketidakpastian Global
  5. Alih Kelola SMA/SMK Hambat Pembahasan KUA-PPAS 
<