Program KB, Bisa Jadi Sarana Untuk Peningkatan SDM

KARAWANG, MediaGaruda.co.id – Mayoritas jumlah pengangguran di Provinsi Jawa Barat saat ini sebagian besar didominasi oleh para tenaga kerja (Tenaker) lulusan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 33,76% dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 23,27%.

Para tenaker itu sulit mencari kerja karena tidak ada ketrampilan, sehingga sulit diserap oleh industri di Jawa Barat yang memang membutuhkan tenaker terampil dam siap kerja.

Solusi jangka pendek untuk bekerja tenaker itu mesti dibekali berbagai pelatihan.

Sedangkan solusi jangka panjang adalah program keluarga berencana (KB) harus dilakukan oleh semua pasangan subur.

Pasangan subur adalah pasangan yang istrinya berusia 20 sampai 35 tahun.

“Dengam ikut KB, pasangan subur tersebut kapan harus memiliki anak pertama dan kapan harus memiliki anak kedua bisa diatur.

Setiap pasangan subur dengan hanya memiliki anak 2 orang saja, tentu pasangan tersebut dapat menyekolahkan anak-anak ke jenjang setinggi-tingginya.

“Syukur-syukur setiap pasangan subur yang memiliki dua anak tersebut, mampu mendidik anak-anaknya ke jenjang kuliah dan.lulus sarjana.

“Dengan demikian program KB bisa menjadi solusi persoalan tenaker jangka panjang di Jawa Barat, yang mayoritas didominasi lulusam SD dan SMP tersebut,”kata Sugilar Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat saat menjadi pembicara pada sosialisasi KB di desa Langgeng Sari, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jum’at (20/10) sore.

Kepala BKKBN Jawa Barat Sugilar, juga menjelaskan bahwa semua tenaker dari seluruh Indonesia boleh mencari kerja di Jawa Barat. Dan tenaker dari Jawa Barat juga bisa mencari kerja diluar Jawa Barat.

“Karena negara kita adalah NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Karena itu menyesaikan persoalan SDM rendah di Jawa Barat itu ya dengan memberikan tenaker itu pendidikan tambahan, serta mengikuti program KB bagi pasangan usia subur, agar memiliki dua anak saja,”Ungkap Sugilar.

Karena itu, berbicara KB, bukan hanya mengatur kehamilan dan jumlah anak saja.

“Tetapi berbicara program KB, itu juga berbicara soal peningkatan kesehatan, peningkatan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan keluarga,”Kata Sugilar.

Apalagi provinsi Jawa Barat pada saat ini jumlah penduduknya sekitar 40 juta jiwa. Sehingga menjadi provinsi terbanyak jumlah penduduknya, dibandingkan 33 provinsi lain yang ada di Indonesia.

Laju pertumbuhan penduduk di Jawa Barat setiap tahunnya sekitar 1,9 persen atau rata-rata pertambahan penduduk Jawa Barat setiap tahunnya bertambah sekitar 1 juta jiwa.

“Jika laju penduduk Provinsi Jawa Barat ini tidak dikendalikan dengan program KB, maka 20 tahun lagi, jumlah penduduk Jawa Barat akan bertambah dua kali lipat atau menjadi 80 juta jiwa,”kata
Sugilar.

Karena itu, masyarakat harus disadarkan bahwa program KB, bukan semata-mata mengatur kelahiran atau alat kontrasepsi, tetapi KB juga menciptakan kesejahteraan bagi setiap keluarga.

Anggota DPR RI dari Komisi IX, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hadir didampingi staff ahlinya Rika Oktariani, S.Kom menambahkan, bahwa Pemerintah tidak pernah melarang masyarakat memiliki anak. Tetapi, diharapkan masyarakat juga memikirkan bagaimana, membesarkan anak-anaknya itu, agar sehat, pintar dan sejahtera.

Apalagi pada saat ini persaingan kerja, itu semakin ketat, di era perdagangan bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini.

Maka membekali anak-anak kita dengan bahasa Inggris sejak dini, adalah sebuah keharusan, agar anak-anak kita nantinya dapat bersaing dengan tenaga kerja yang datan dari 10 negara ASEAN, yang pada era MEA ini boleh bekerja di Indonesia.

“Begitu juga tenaga kerja Indonesia juga boleh dan bebas untuk dapat bekerja di 10 negara ASEAN diluar Indonesia,”Ungkap Krisna Mukti anggota Parlemen yang juga penyanyi dangdut kondang ini

Kasie Advokasi dan Informasi DPPKB Kabupaten Karawang Drs H.Juhro yang hadir sosialisasi KB itu, dalam sambutannya mengatakan bahwa di Karawang saat ini program KB bina balita, program KB bina remaja.

“Dan program keluarga KB lansia,”kata Juhro.

Tampak hadir pada acara sosialisasi KB itu, Ahmad Entang Satori, (Kepala Desa Langgeng Jaya), H.Warja (Kepala Desa Tiara), Sawa Isyirot (Kepala Desa Mukti Jaya).Babinsa Serma Uwang, Bimaspol Iptu Aep. Dawin (Ketua RW 03), Endang Jaya (Kadus 02), Abdul Suleman (UPS),Eman S (Kasatgas Trantib), Wirjaya (Ketua RW 02), Awang (Ketua Karang Taruna), Amin (Ketua Badan Perwakilan Desa), Ribin (Ketua RT 06), Deta (Ketua RT 04), dan Ustadz Samsudin yang menutup acara KB itu dengan pembacaan doa.

Pada acara ini juga ditampilkan kesenian tari-tarian, marawis dari SMA Negeri 6 Kabupaten Karawang Pimpinan Ny.Deviningsih dan orgen tunggal Maharani, Pimpinan Miftah. (MG/06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Presiden Jokowi: Kemitraan ASEAN dan AS Harus Tingkatkan Perdamaian dan Kesejahteraan Dunia
  2. Mudik Lebaran, Penumpang Kerera Api Lokal Naik 11 Persen
  3. Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan, Polres Majalengka Razia Penginapan dan Kos-kosan
  4. Cina Ancam Korea Utara Jika Nekat Uji Coba Nuklir
  5. Surili Primata Endemik Jabar yang Semakin Langka
<