Mengikuti Program KB, Untuk Menyiapkan Generasi Era Pasar Bebas MEA

PURWAKARTA,MediaGaruda.co.id -Anggota DPR RI Komisi IX Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Krisna Mukti saat hadir pasa sosialisasi keluarga berencana (KB) di desa Sumber Sari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Minggu (15/10) malam.

Menjelaskan, bahwa mengikuti program KB bagi setiap pasangan, itu penting. Salah satu tujuan utamanya untuk membentuk keluarga sejahtera. Dengan memiliki dua anak saja, para orang tua tentu akan bisa membesarkan anak-anaknya agar tumbuh sehat dan sekolah tinggi.

Sebab pada saat ini Indonesia, dengan jumlah penduduk sekitar 370 juta jiwa, Indonesia berada pada urutan empat dunia negara memiliki penduduk terbesar didunia.

Jika tidak ada program KB di Indonesia yang dilaksanakan sejak tahun 1970, maka jumlah penduduk Indonesia saat ini bertambah 100 juta jiwa, dari jumlah penduduk Indonesia pada saat ini sekitar 370 juta jiwa.

Menurut Krisna Mukti, mengikuti program KB juga untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia, dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Dalam rangka menghadapi era globalisasi dan pasar bebas ASEAN atau MEA (masyarakat ekonomi ASEAN). Dimana pada saat itu, setiap anak Indonesia perlu dibekali IMTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan IMTAQ (iman dan taqwa) kepada Allah SWT.

Sebab, pada era MEA, para pekerja dari 10 negara ASEAN boleh bekerja di Indonesia. Begitu juga sebaliknya,para pekerja asal Indonesia juga bisa bekerha secara bebas di 10 negara ASEAN atau diluar Indonesia.

Sehingga setiap anak didik sekolah Indonesia, sejak saat ini perlu dibekali bahasa internasional atau bahasa Inggris dari sejak dini.

‘Akibatnya tentu, biaya sekolah anak-anak kita, kedepannya pasti lebih mahal. Karena para orang tua, setiap bulannya disamping perlu mengeluarkan biaya sekolah umum, juga perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk biaya kursus bahasa Inggris bagi anak-anak kita,”kata Krisna Mukti.

Tantangan kedepan lainnya, adalahuntuk mencari pekerjaan, para pekerja Indonesia juga perlu memiliki sertifikat keahlian, dan untuk mendapatkan sertifikat keahlian itu juga butuh biaya.

“Sehingga setiap pasangan cukup memiliki dua anak saja, agar para orang tua bisa menyekolahkan anak-anaknya itu sampai ke jenjang perguruan tinggi, dan memiliki gelar sarjana, mengikuti program KB penting,”ungkap Krisna Mukti.

Sedangkan, Sekretaris DPPKB Kabupaten Purwakarta Drs.Asep Kusmayadi dalam sambutannya menjelaskan, bahwa dirinya masuk PNS tahun 1987, langsung ditugaskan menangani KB di Purwakarta.

Pada saat itu jumlah PNS Petugas Lapangan (PL) KB di Purwakarta ada 117 orang. Sampai saat ini tidak pernah ada penambahan PNS baru untuk menangani KB dan sebagian besar PNS tersebut, saat ini sudah pensiun.

“Sekarang ini PNS Penyuluh Lapangan KB di Kabupaten Purwakara tinggal 47 orang saja,”kata Asep.

Pada saat ini di Purwakarta ada dua versi tim Penggerak Desa KB, yaitu sebanyak 66 orang setiap bulannya mendapatkan honor satu juta dari APBD Provinsi Jabar, sedangkan sisanya 197 orang tenaga sukarelawan Pos KB Desa yang setiap bulannya tidak mendapat honor, dan mereka itu bekerja secara sukarela mensukseskan program KB.

“Kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakata, bisa meng-anggarkan honor untuk para sukarelawan Kampung KB ini, dan tentu dengan payung hukum SK Bupati Purwakarta, dan atas usul DPRD Kabupaten Purwakarta,”harap Asep.

Pada acara sosialisasi KB yang digelar BKKBN Pusat dengan thema “Penguatan Program KKBPK Melalui Kegiatan Kie Kreatif Bersama Mitra Kerja” dan Sub thema ” Keluarga Sejahtera Ikut KB Solusinya,” itu.

Tampak hadir pejabat kecamatan Wanayasa Drs.Asep Mulyono, Kepala Desa Sumber Sari Didin Samsudin, Sekretaris Desa Tobi Budin, Kepala Dusun I, Kobul, Kepala Dusun II, Yayan Rohyana, Ketua Karang Taruna Desa Endang Sobari, Babinsa Serda Kuspandi dan Bimaspol Briptu Soleh Suhana.

Sedangkan para tokoh masyarakat Ustadz Abbas, Mochamad Ahmad, Ujang Komar, Asep Saepudin, Udin Sutisna dan Ketua  LPM Desa H.Ade Ruslan.(MG/06).

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Presiden Jokowi Bertolak Menuju Jerman Hadiri KTT G20
  2. Hari Raya Idul Adha, Polres dan Dishub Majalengka Gelar Operasi Antisipasi Kecelakaan Lalin
  3. Presiden Jokowi Dorong Daerah Lain Miliki fasilitas Seperti SU-GBK Ramah Disabilitas
  4. Presiden Jokowi : Kaum Mayoritas Harus Lindungi Minoritas
  5. APBN Tak Cukup Biayai Infrastruktur Rp 4.900 triliun, Ini yang Dilakukan Jokowi
<