Karnaval Kemerdekaan, Presiden Jokowi Kenakan Ikat Kepala Makuta Sinatria

BANDUNG, MediaGaruda.Co.Id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi telah membuka acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (26/8/2017) sekira pukul 14.30 WIB.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengenakan beskap berwarna ungu dan ikat kepala makuta sinatria. Namun, ada sejumlah arti dalam ikat kepala yang dipakai orang nomor satu di Indonesia itu.

Diketahui, Makuta adalah mahkota, benda penutup kepala yang dipakai di atas kepala. Sinatria adalah kesatria, suatu karakter, sifat, sikap yang berani, adil, tegas, dan jujur.

Dalam budaya Sunda, pemakaian iket kepala menunjukkan pemimpin, seseorang yang sedang menjalankan tugas mulia atau seseorang yang sedang mencari peningkatan kebaikan diri.

Dengan memakai rupa iket sunda makuta sinatria menunjukkan, bahwa pemakai iket ini memberikan wejangan bahwa dirinya telah melaksanakan “tilu eusi diri” (tiga sikap diri), pertama mencerminkan sikap berani dan adil dalam membuat pilihan keputusan demi menegakkan keadilan dan kebenaran sejati.

Sikap selanjutnya adalah panceg yang berketetapan hati/tegas, yakni selalu menggunakan suara hati nurani dalam mengemban tugas lahiriah maupun batiniah.

Sikap terakhir adalah silih wangi atau saling mewangikan/saling memberikan kebaikan; melindungi mengayomi dengan sikap welas asih (kasih sayang) untuk pencapaian kebaikan dan kesejahteraan bersama. Menjalankan Kebaikan untuk sesama, keluarga, masyarakat, negara juga pribadi diri sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun rangkaian kegiatan karnaval di Bandung akan dimulai pukul 14.00 WIB dari depan Gedung Sate menuju ke Jalan Ir. H. Juanda (Jalan Dago), Jalan Merdeka menuju ke Taman Vanda. Selanjutnya, rangkaian karnaval akan menuju Alun-Alun Masjid Raya Jalan Asia Afrika.

“Khusus untuk warga Bandung tolong datang dan ramaikan dari seluruh wilayah dengan merayakan keberagaman karena temanya keberagaman. Kalau bisa, datang dengan berpakaian adat,” kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Pakaian daerah juga tercermin dari ribuan peserta karnaval yang berasal dari 34 provinsi dan komunitas.

Acara tersebut juga akan dimeriahkan oleh berbagai komunitas, tidak hanya yang berasal dari Kota Bandung dan Jawa Barat, tetapi juga mengundang kota-kota yang sering mengadakan festival tingkat internasional, seperti Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnival, dan Tomohon International Flower Festival.

Parade kampung adat dan budaya pun menghadirkan budaya Cigugur Kuningan, Kampung Naga Salawu Tasik, Kampung Adat Kuta Ciamis, Kampung Ujung Jaya Kadipaten Rancakalong Sumedang, Negara Banceuy Subang, Dukuh Pameungpeuk Garut, Cikondang Ciwidey, Adat Ciptagelar Sukabumi, Cangkuang Garut, Mahmud Kabupaten Bandung, Kampung Urug Bogor, Kampung Adat Giri Jaya Gunung Halimun Sukabumi, Kampung Budaya Sindang Barang Bogor, dan Keraton Sumedang Larang.(*)

 

 

okezone.com

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Hari Pangan se-Dunia, Aher Ingin Masyarakat Ubah Pola Konsumsi Makan
  2. Raih WTP 6 Kali, Pemprov Jabar Terima Penghargaan Dari Presiden
  3. Presiden Jokowi Sumbang Korban Bencana Banjir Bandang Garut Rp 1,3 Miliar
  4. Jokowi Minta Agar Masyarakat Tidak Saling Menghujat
  5. Ini Fakta Menarik Seputar Utang Negara
<