Ternyata Pelanggan PLN Dibebani Bayar LPJU

BANYUWANGI, MediaGaruda.Co.Id – Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Banyuwangi tampaknya kian merata. Bukan hanya di kawasan perkotaan, di ruas jalan pedesaan kini tidak lagi gelap gulita karena adanya jaringan listrik.

Semakin banyak jaringan listrik LPJU yang menerangi kawasan Banyuwangi itu secara otomatis berdampak terhadap tarif tagihan. Beban biaya untuk LPJU itu menghabiskan miliaran rupiah.

Hal itu diungkapkan Asisten Manajer Pelayanan dan Administrasi PLN (Persero) Banyuwangi, Didik Hendro Utomo kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Dia menyebut, beban biaya untuk LPJU cukup besar. ‘’Rata-rata menghabiskan Rp 2 Miliar,’’ sebutnya.

Beban biaya untuk LPJU itu bukan dibebankan kepada Pemkab Banyuwangi semata. Ternyata, setiap pelanggan PLN se-Banyuwangi dikenai retribusi sekian persen.’’Pelanggan PLN terkena beban biaya 9 persen,’’ tuturnya.

Nilai tagihan sebesar Rp 2 M itu, terang Didik, dianggap cukup kecil. Hal itu karena pendapatan Pemkab Banyuwangi untuk LPJU lebih dari separo nilai tagihan listrik setiap bulan. ‘’Pendapatan Pemkab Banyuwangi dari LPJU antara Rp 4 sampai 5 Miliar,’’ sebutnya.

Masih kata dia, setiap pelanggan memang dikenai retribusi untuk LPJU sebesar 9 persen. Namun, untuk pelanggan industri, bebannya lebih kecil. ‘’Kalau pelanggan industri sebesar 3 persen saja,’’ paparnya.

Selama ini, nyaris tidak ada kendala mengenai tagihan untuk LPJU. Jika ada penambangan jaringan listrik LPJU, maka otomatis tagihan semakin tinggi. (*)

 

 

Jawapos.com

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Presiden Jokowi: Uang APBD Segera Keluarkan, Jangan Simpan di Bank
  2. Sakit Hati Tega Bunuh Temannya
  3. Presiden Jokowi Ajak Ulama Jaga Keamanan Negara dari Ormas Radikal
  4. APK Caleg Papol Pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin Dirusak OTK
  5. Presiden Jokowi Minta Petugas PLBN Entikong Tingkatkan Pelayanan
<