Pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Bandung Kemungkinan Tidak Tahun Ini

BANDUNG, MediaGaruda.Co.Id – Pembahasan kesepahaman bersama (MoU) antara Kementerian PUPera dengan Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung tak kunjung rampung, Pembangunan tol dalam Kota Bandung Kemungkinan tidak akan terealisasi tahun ini.

Beberapa hari terakhir, beredar broadcast melalui aplikasi pesan singkat (whatsapp) berisikan rencana pembangunan tol dalam Kota Bandung mulai dikerjakan pada September 2017. Pembangunan dilakukan secara bertahap mulai dari Pasteur hingga Cileunyi.

Isi broadcastnya: “Bagi Yang Akan Ke Bandung Mohon Diperhatikan. Mulai bulan September 2017, siap-siap tambah macet di sekitar kota Bandung Tol dalam Kota Bandung segera dibangun:
Fase I A
Rute Pasteur-Pasupati-Underpass Gasibu sepanjang panjang 5,5 km dari mulai pintu tol Pasteur akan dibangun elevated alias jalan layang. Lalu tersambung dengan overpass alias flyover (jalan layang) Pasupati sepanjang 2,3 km. Baru tersambung dengan underpass (terowongan) sepanjang 0,55 km dari depan Lapangan Gasibu sampai depan Kantor Dinas Pertanian/kanwilreg BKN.

Fase II A 
Dengan rute Gasibu-Cileunyi sepanjang 13,8 km. Fase ini mulai ujung underpass Gasibu hingga Cileunyi yang seluruhnya dibangun di atas permukaan tanah dan terbagi dalam 3 seksi. Seksi I, Gasibu-Cicaheum sepanjang 4,4 km. Seksi II, Cicaheum-Ujung Berung sepanjang 4,2 km, dan Ujung Berung-Cileunyi sepanjang 5,2 km. 

Fase I B 
Rute jl. Soekarno Hatta – Gede Bage sepanjang 3,1 km. Bagian ini akan dibangun mendatar dan menjadi penghubung antara Tol Padalarang-Purbaleunyi di km 149 dengan jaringan BIUTR.

Fase II B
Ruas jl. Soekarno Hata – Ujungberung sepanjang 4,5 km. Fase ini merupakan sambungan dari Fase I B yang dibuat melayang dan mendatar serta akan tersambung dengan Fase II A di Kawasan Ujung Berung.

Info juga untuk Masyarakat Bandung dan Jabar, Terimakasih.”

Seperti dilansir detikcom, Menurut Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa, informasi tersebut tidak benar. “Sampai saat ini proses MoU itu masih dalam tahap pembahasan. Nah dengan demikian maka untuk pembangunan itu menunggu penyelesaian MoU,” katanya saat dihubungi via telepon genggam, Jumat (14/7/2017).

Ia menjelaskan pembahasan MoU itu meliputi pembagian hak dan kewajiban antara Kementerian PUPera, Pemprov Jabar, Pemkot Bandung. Salah satunya menyangkut alokasi anggaran untuk pembebasan lahan pembangunan tol dalam Kota Bandung itu.

Dia menuturkan alokasi anggaran pembebasan lahan memang dibebankan kepada pemerintah daerah. Sementara, sambung dia, pengerjaan pembangunan nantinya akan dikerjakan JICA, perusahaan asal Jepang.

“Nah proses untuk MoU ini sebagai dasar untuk JICA memberikan eksekusi terkait pinjaman untuk kontruksi,” ungkap dia.

Iwa menyebut konstruksi pembangunan infrastruktur untuk mengurai kemacetan di Kota Bandung ini tidak akan terealisasi tahun ini. Sebab setelah pengalokasian anggaran dilanjutkan pembebasan lahan yang membutuhkan waktu lama.

“Jadi proses itu harus selesai dulu, karena JICA ingin ada MoU dulu. Tidak mungkin tahun ini, karena mou nya harus selesai dulu dan harus ada alokasi anggaran untuk pembebasan lahan. Setelah itu baru kita ada kepastian proses pembangunan bisa berjalanan sesuai dengan yang kita harapkan,” tutur dia.

Seperti diketahui, pembangunan tol dalam Kota Bandung ini diperkirakan mencapai 27 kilometer dengan nilai Rp 3,56 triliun. (*)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Syarat Pergantian Paspor Hanya E-KTP dan Paspor Lama
  2. Gus Ipul : Saya Tak Sepeser Pun Keluarkan Uang untuk Rekomendasi PDIP
  3. Kuota Mudik Gratis Kemenhub Tahun 2018 Naik Dua Kali Lipat
  4. Kang Luthfi, Semangat Muda Untuk Masyarakat
  5. Masyarakat Profesional Minta Bekukan Keanggotaan Myanmar Dari ASEAN
<