Jenderal Tito Karnavian Memilih Untuk Pensiun Dini

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Kuatnya tekanan kerja pada Polri membuat Kapolri Tito Karnavian memeilih untuk pensiun dini dari korps Bhayangkara.

Niatan untuk segera menagkhiri masa tugasnya itu diakui Tito karena hal itu merupakan langkah terbaik menghindari stres, mengingat umurnya tergolong muda saat memimpin Polri.

“Saya sampaikan kalau boleh saya pilih, saya tidak mau selesai sampai 2022. Terlalu lama. Tidak baik bagi organisasi, tidak baik bagi saya sendiri,” kata Tito di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7).

Tito menilai, organisasi butuh regenerasi pimpinan agar instansi dan bawahan tidak jenuh. Dia menganggap, pemimpin yang lama memegang tongkat komando, akan berdampak buruk bagi bawahannya.

“Organisasi butuh penyegaran, perlu ada pimpinan baru. Bayangin kalau saya jadi kapolri terus, enam tahun, tujuh tahun, anggota bosan, organisasi bosan, saya juga bosan,” jelas dia.

Tito menuturkan, menjadi Kapolri penuh dengan tekanan dan kerap dihantui dengan stres.

“Saya katakan, jadi Kapolri penuh dengan kehidupan yang stressfull, banyak persoalan,” jelasnya.

Wajar, kata Tito, ia ingin kehidupan yang lebih tenang dan damai. Oleh karenanya, dia menganggap pensiun merupakan langkah yang tepat

“Kemungkinan ada waktu yang saya anggap tepat, mungkin akan pensiun dini. Karna saya lama di luar negeri, dengar kata pensiun dini itu bukan sesuatu yang aneh,” jelasnya. 

Sebelum  mencapai puncak karirinyam Tito mengenyam pendidikan SMA Negeri 2 Palembang kemudian melanjutkan pendidikan AKABRI pada tahun 1987.

Tujuanya, saat itu sederhana saja, karena Tito tidk ingin merepotkan orang tuanya lagi, Jadi Ia memilih sekolah yang gratis, yakni masuk AKABRI.

Tahun 1993, Tito menyelesaikan pendidikan di Universitas Exter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies.

Tak berhenti disitu, Tito juga berhasil menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies.

Jalan Tito menjadi polisi seperti sudah digariskan sang maha Kuasa, pasalnya meski Tito diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya,  Hubungan Internasional di Universitas Gajah Mada dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Tito tetep memilih Akademi kepolisian. 

Karir Tito dikepolisian dimulai dari posisi Pamapta Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya, lalu naik menjadi Kanit Jatanras Reserse polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya dari tahun 1987 hingga 1991.

21 tahun berikutnya, Tito naik menjadi Kapolda Papua, terhitung sejak 21 September 2012 hingga 16 Juli 2014.

Kemudian sempat menjabat Asrena Polri selama satu tahun dan diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya dan mampir di Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) selama lima bulan sepebul kemudian diangkat jadi Kapolri pada 13 Juli 2016.(*)

 

 

Source  : Jawapos

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Buka Kompas 100 CEO Forum, Presiden Jokowi: Banyak Kemajuan Ekonomi Yang Telah Dicapai
  2. Setnov Kembali Jabat Ketua DPR RI
  3. Puan Maharani Buka Indonesia Science Expo (ISE) 2017
  4. Presiden Jokowi Ingin Kembangkan Industri Pesawat Terbang di Timur Indonesia
  5. Posisi Keuangan PLN Terbilang ‘Aman’ Meski Hutang Rp 200 Triliun
<