Jelang KTT G20, Terjadi Bentrokan antara Polisi dan Pengunjuk rasa

HAMBURG, MediaGaruda.Co.Id – Jelang berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hamburg, Jerman, terjadi bentrokan yang melibatkan polisi dan pengunjuk rasa, Kamis (6/7). Sebanyak 76 petugas dilaporkan terluka dalam peristiwa ini, sementara beberapa lainnya dari kalangan demonstran. 

Bentrokan terjadi saat polisi hendak menangkap pengunjuk rasa yang mengenakan topeng serta slogan ‘Selamat Datang di Neraka’. Rombongan peserta aksi demonstrasi ini dilaporkan setidaknya mencapai 12 ribu orang. 

Saat bentrokan terjadi, polisi menembakkan meriam air serta semprotan merica ke arah pengunjuk rasa bertoperng tersebut. Sebelumnya, demonstran juga telah melakukan perlawanan dengan melemparkan botol dan batu. 

Tak cukup sampai di sana, pengunjuk rasa lainnya juga bertahan untuk melakukan perlawanan. Sejumlah kendaraan di jalan-jalan Hamburg dibakar, serta sejumlah bangunan toko dirusak. Bahkan, mereka kemudian menyorotkan laser ke arah helikopter polisi untuk menganggu penglihatan pilot. 

Sekitar 20 ribu petugas polisi telah ditempatkan di sejumlah wilayah di Hamburg untuk menjaga keamanan KTT G20. Sebelum aksi protes terjadi, pemeriksaan terhadap demonstran telah dilakukan dan sejumlah senjata yang nampaknya adalah buatan tangan telah disita dari para pengunjuk rasa. Kemungkinan besar, puncak dari aksi unjuk rasa adalah Jumat (7/7) hingga Sabtu (8/7). 

Pertemuan puncak KTT G20 berlangsung pada Jumat (7/7) hari ini. Sejumlah isu mengenai iklim, perdagangan, migrasi, terorisme, dan kesehatan akan menjadi topik pembahasan utama kepala-kepala negara anggota. Demikian diberitakan Republika.Co.id (*)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. MAARIF Institute Kutuk Pelaku Bom Samarinda
  2. NasDem Ingin Lahirkan Negarawan Bukan Politikus
  3. Tak Kunjung Dilantik, 512 Orang Cakep Mengadu Ke DPRD Karawang
  4. Ketua DPR Serahkan Evaluasi Dua Perppu kepada Fraksi-Fraksi
  5. Perjalanan 100 Tahun Kesengsaraan Etnis Rohingya
<