Terbuka Peluang Penyelidikan Trump atas dugaan kasus ‘Obstruction of Justice’

Washington, MediaGaruda.Co.Id – Dalam testimoni pada Kamis 15 Juni 2017 nanti, James Comey akan menyampaikan kesaksian yang diduga kuat akan membuka peluang penyelidikan terhadap Presiden Trump atas dugaan kasus ‘Obstruction of Justice’.

Dugaan itu muncul setelah sang presiden meminta penghentian penyelidikan FBI terhadap mantan Penasihat Keamanan Nasional AS Michael Flynn.

Meski Comey tidak menyimpulkan bahwa tindakan Presiden Trump merupakan sebuah tindakan kriminal, namun mantan direktur FBI itu yakin bahwa dewan Senat Komite Intelijen akan menyelidiki dugaan tersebut setelah ia menyampaikan testimoninya.

Penyelidikan dugaan kasus ‘Obstruction of Justice’ yang diduga dilakukan Presiden Trump dianggap cukup untuk memicu pemakzulan dirinya.

Sejumlah dukungan terhadap testimoni Comey yang akan dilakukan pada Kamis 15 Juni nanti mulai bermunculan.

Organisasi gerakan masyarakat sipil MoveOn.org Civic Action mendukung pernyataan mantan direktur FBI tersebut dan meminta agar Kongres AS mulai memproses pemakzulan Presiden Trump.

“Di Amerika Serikat, tidak ada orang yang berada di atas hukum. Testimoni yang akan disampaikan oleh James Comey nanti diharapkan mampu memperjelas Kongres bahwa proses pemakzulan harus segera dilakukan. Organisasi kami tidak akan menganggap enteng hal ini,” jelas sebuah pernyataan tertulis direktur eksekutif MoveOn.org Civic Action Anna Galland.

Gerakan masyarakat sipil progresif di AS turut menyampaikan hal serupa. Mereka menilai bahwa testimoni Comey –meski tidak eksplisit– secara jelas telah menggambarkan bahwa presiden ke-45 AS itu melakukan pelanggaran.

“Testimoni Comey mengonfirmasi bahwa Donald Trump mencoba menghalang-halangi proses penegakan hukum. Dan tuduhan itu dapat memicu pemakzulan. Meski prosesnya cukup memakan waktu, pemakzulan harus dilakukan mulai dari sekarang. Saatnya melakukan sidang dengar pendapat tentang pemakzulan,” kata sebuah pernyataan tertulis yang disampaikan oleh Indivisble Guide Movement, sebuah gerakan masyarakat sipil progresif AS.

Sedangkan tiga anggota Kongres AS, Sherman, Al Green, dan Waters, saat ini memimpin Partai Demokrat dalam upaya pemakzulan sang presiden ke-45 AS.

“Aku percaya bahwa Trump menggunakan ancaman untuk menghalang-halangi sebuah penyelidikan kasus pidana tentang Michael Flynn yang tengah berlangsung. Tindakan itu jelas melanggar hukum AS seperti yang diatur dalam UU. Pelanggaran terhadap hal itu adalah sebuah kejahatan,” kata anggota Kongres Sherman dalam artikel resmi pengusulan pemakzulan Presiden Trump kepada Kongres AS pada 13 Juni 2017 seperti yang dikutip dari Huffington Post.

“Upaya Trump untuk menghalangi penyelidikan dugaan tentang hubungan Rusia dengan tim kampanyenya pada pilpres 2016 lalu juga merupakan pelanggaran yang sama,” tambahnya.

Meski begitu, Kongres AS yang didominasi oleh Partai Republik diyakini akan menghambat upaya ketiganya untuk melengserkan suami Melania Trump itu dari kursi kepresidenan. Dan di saat yang sama, Partai Demokrat nampak berhati-hati untuk mengambil sikap maupun mendukung Kongres Sherman cs untuk memakzulkan Presiden Trump. (*)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Jamin Netralitas TNI, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Akan Lanjutkan Program Jenderal Gatot
  2. Buntut Benerapa Kejadian, Susunan Direksi Pertamina Diganti
  3. Kemenko PMK Dorong Keterlibatan Dunia Usaha untuk Layanan bagi Lansia
  4. ‘Terlalu Mahal Mau Merdeka Hanya Karena Ahok
  5. PBNU Kutuk Keras Penguasaan Kawasan ke Masjid Al Aqsa
<