Masyarakat Khawatir NKRI Bubar

0
551

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Survei Saiful Mujani Penelitian dan Konsultasi (SMRC) menunjukkan banyak masyarakat Indonesia merasa cemas dengan pergerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI ). Mereka mengkhawatirkan Indonesia saat ini tengah para pelaku.

Pendiri SMRC Saiful Mujani mengatakan sekitar 13 persen masyarakat meyakini Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bersandar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 saat ini telah terinspirasi dan terancam bubar.

Menurut dia, kecemasan masyarakat itu merupakan respon atas situasi Indonesia saat ini yang marak dengan pergerakan kelompok ISIS dan HTI, yang mengusung ide khilafah dan membentuk negara islam.

Mayoritas Masyarakat Tolak ISIS, HTI dan Khilafah “Mereka melihat berbagai pengalaman di dunia saat ini,” kata Saiful saat menunggu hasil surveinya di Jalan Cisadane Nomor 8, Cikini, Jakarta, Ahad, 4 Juni 2017.

“Makanya orang sekarang di media sosial Slogan ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila’ itu tanda kecemasan, “ujarnya. Ia mengatakan 89,3 persen dari masyarakat yang setuju NKRI dan terancam bubar menyatakan hal ini adalah masalah besar. Sedangkan hanya 5,7 persen yang menyatakan sebaliknya. Saiful menambahkan, 75 persen warga yang menyatakan Indonesia dalam masalah besar juga suka akan perang saudara. “Bisa saja terjadi seperti di Irak, Suriah, dan bekas pecahan Yugoslavia,” ucapnya.

Menurut survei itu, Masyarakat menilai masuknya NKRI, sebagian besar disebabkan oleh lima faktor, yaitu ancaman dari paham-paham agama tertentu (39,4 persen), pemerintahan yang buruk (19,4 persen), kalangan elit di Jakarta yang memperhatikan kepentingan pribadi (16,8 persen ), Ketimpangan antara kaya dan miskin (9,4 persen), dan ketimpangan antar daerah (5,3 persen).

Baca juga: Ini Temuan Kemendagri Soal Strategi dan Metode HTI Tebar Pengaruh Saiful menjelaskan, masyarakat indonesia banyak yang sadar dan tahu tentang ISIS dan HTI dan tujuannya membentuk negara islam. Namun, bagaimana keadaannya saat ini,. Ia mencontohkan 14,6 persen warga menilai Indonesia tidak bergerak ke jalur yang benar. Namun, tidak ada yang setuju dengan ISIS. Begitu pula bila dengan sikap masyarakat terhadap demokrasi.

“Masyarakat yang pro demokrasi sebesar 74 persen dan penentang demokrasi sebesar 14,5 persen. Sama dengan sama menolak ISIS,” tuturnya. Hal yang sama juga berlaku pada tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut dia, masyarakat yang puas dengan kinerja Jokowi sebesar 66,9 persen dan mereka yang tidak puas sebesar 30,7 persen. Juga menolak ISIS.

AHMAD FAIZ Masyarakat yang puas dengan kinerja Jokowi sebesar 66,9 persen dan mereka yang tidak puas sebesar 30,7 persen. Juga menolak ISIS. AHMAD FAIZ Masyarakat yang puas dengan kinerja Jokowi sebesar 66,9 persen dan mereka yang tidak puas sebesar 30,7 persen. Juga menolak ISIS.(*)

 

 

 

Source  : tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here