Buruh PT. Papa Jaya Agung, Demo Untuk Menolak PHK Dan Pemberangusan SP

KOTA BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Tindakan sewenang-wenang management PT.Papa Jaya Agung (PJA) yang mem-PHK 37 buruh pekerja tetap termasuk didalamnya pengurus PUK SP Logam FSPMI PT.PJA secara sepihak, bersama 14 orang pekerja kontrak dan 17 pekerja harian lepas ditolak seluruh buruh FSPMI PT.PJA dengan melakukan aksi demo di depan perusahaan ini sejak Senin (29/5) pagi.

Pada aksi demo itu, para buruh melakukan aksi menempelkan berbagai spanduk dari karton berisi kata-kata protes atas diinjak-injaknya hukum ketenagakerjaan oleh PT.
PJA yang berlokasi di Jalan Wahab Affan No.8 Km.28 Kelurahan/Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi.

Masrul Jambak Ketua Pimpinan Cabang SP Logam FSPMI Kota Bekasi kepada Media Garuda mengatakan bahwa management PT.PJA selain telah melakukan PHK secara sepihak, juga telah melakukan dugaan pelanggaran hukum pemberangusan organisasi Serikat Pekerja (SP) PUK FSPMI PT.PJA dengan cara mem-PHK seluruh pengurusnya tanpa alasan dan dasar hukum.

Disamping itu Management PT.PJA juga telah melakukan pelanggaran UU No.13 tentang Ketenagakerjaan Pasal 56 ayat 2 tentang “Perjanjian kerja dibuat untuk waktu tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan atas (a) jangka waktu, (b) selesainya suatu pekerjaan tertentu’.

“Jo Kepmenaker Nomor 100 tahun 2004 Ketentuan umum menurut Kepmenaker “Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang selanjutnya disebut PKWT adalah perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan Pengusaha untuk mengadakan Hubungan kerja dalam waktu tertentu atau pekerjaan tertentu.,”kata Masrul Jambak.

Masrul melanjutkan bahwa sejak Sabtu (27/5) kemarin, Management PT.PJA juga telah melarang para buruhnya yang juga anggota FSPMI PT.PJA untuk bekerja dan memasuki area perusahaan tanpa alasan yang jelas.

Disamping itu kata Masrul, surat PHK kepada para buruhnya, oleh Management PT.PJA dikirimkan melalui perusahaan paket pengiriman surat JNE.

“Dan surat PHK tersebut ditanda tangani oleh Manager Operasional PT.PJA Haluanto Azis P, dan bukan oleh Manager HRD.

“Karena itu seluruh buruh PT.Papa Jaya Agung menuntut untuk dapat bekerja kembali dan surat PHK yang ditanda tangangi Manager Operasional PT.Papa Jaya Agung tidak sah dan gugur demi hukum,”kata Masrul. (MG/06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. KPU Klarifikasi Penarikan Ijazah S1 Bakal Calon Wakil Bupati 2018
  2. Kepala BIN Bocorkan Asal Muasal Menyebarnya Virus Ransomware
  3. Presiden Minta Pengelolaan Keuangan Haji Transparan, Akuntabel, dan Ikuti Prinsip Syariah
  4. Istana Presiden Bantah Intervensi Pilgub DKI Jakarta
  5. Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Kota Bekasi
<