Vonis Ahok buat IHSG terperosok

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun setelah Ahok divonis dua tahun penjara. IHSG terpantau anjlok 3,89 poin atau 0,07 persen ke level 5.703 di perdagangan sesi pertama.

Pagi tadi, IHSG dibuka di 5.730 dan sempat menyentuh level tertingginya di 5.745. Namun, sekitar pukul 10.15, IHSG terus bergerak turun hingga perdagangan sesi pertama.

Sebelumya, terdakwa kasus penistaan agama, Basuki T Purnama ( Ahok), divonis dua tahun penjara. Sidang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto.

“Terbukti secara sah melakukan tindak pidana penodaan agama, penjara 2 tahun,” kata Dwiarso, Selasa (9/5)

Vonis diterima Ahok ini lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Dalam penuntutan, Ahok dituntut jaksa satu tahun penjara dengan dua tahun percobaan.

Sebelumnya, Ahok hanya didakwa dengan Pasal 156 KUHP. Yang isinya “Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun”

Salah seorang JPU mengatakan, Ahok tidak bisa dituntut menggunakan pasal 156a KUHP tentang penistaan agama dengan tuntutan maksimal 5 tahun penjara. Karena pidato terdakwa yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 tak memenuhi unsur niat melakukan penghinaan agama.

Dia menjelaskan, penerapan Pasal 156a KUHP berdasar pada UU No 1/PNPS Tahun 1965 di mana hanya bisa diterapkan apabila pelaku memiliki niat. Namun dalam perkara ini, mantan Bupati Belitung Timur itu tak terbukti memiliki niat menghina agama. (*)

 

Source : Merdeka.Com

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Presiden Jokowi Berikan 9 Arahan Terkait Desain Belanja 2018
  2. Pengukuhan PASKIBRAKA, Wagub : Saya Yakin Mereka Siap
  3. HUT RI ke 72, Naskah Teks Proklamasi Akan Dibacakan Ketua MPR Zulkifli Hasan.
  4. Pemprov Jabar Dorong Butuhasan Tahura
  5. Megawati Dilantik Jadi Dewan Pengawas UKP Pancasila
<