“May Day 2017” FSBDSI Gugat Pengusaha Bayar Upah Dibawah UMK Kota Bekasi

KOTA BEKASI, MediaGaruda.co.id – Ribuan massa buruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) Kota Bekasi pada Senin tanggal 1 Mei 2017 sekitar pukul 08.00Wib memulai long march di Jalan-Jalan utama Kota Bekasi untuk memperingati hari buruh sedunia May Day 2017 tanggal 1 Mei 2017 tingkat Kota Bekasi.

Para buruh FSBDSI itu selain long march, juga berorasi menyuarakan berbagai tuntutan buruh yang hingga saat ini masih miskin dan tetindas dinegerinya sendiri.

Para buruh longmarch dengan menggunakan mobil komando buc terbuka, puluhan mobil pribadi dan ratusan sepeda motor.

Para buruh pada orasinya selain mengajukan tujuh tuntutan FSBDSI Kota Bekasi yang sudah disebar luaskan melalui pamlet dan spanduk-spanduk yang dipasang-pasang di Jalan Protokol Kota Bekasi.

Juga menggugat maroritas pengusaha dari 1.504 perusahaan di Kota Bekasi, yang hingga saat ini masih membayar upah buruhnya dibawah UMK Kota Bekasi tanpa alasan yang jelas.

Pada buruh menuding hal itu terjadi karena ada oknum-oknum yang selama ini menjadi backing, sehingga hukum perburuan tumpul di Kota Bekasi.

“Kami menggugat mayoritas pengusaha di Kota Bekasi yang hingga saat ini membayar upah buruhnya dibawah UMK Kota Bekasi.Dan menuntut oknum-oknum yang mbuat tumpul Undang-Undang 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan di Kota Bekasi segera ditangkap dan dipenjara,”kata Fahmi Korlap Aksi FSBDSI Kota Bekasi dalam orasinya.

Sementara Ketua DPC FSBDSI Kota Bekasi Saefudin kepada Media Garuda mengatakan tuntutan lain FSBDSI adalah,

1).Penghapusan sistem pemagangan yang merupakan outsourcing gaya baru.

2).Penghapusan PP 78 tahun 2015 khususnya tentang pengupahan.

3).Penghapusan sistem pekerja kontrak waktu tertentu (PKWT).

4).Penghapusan sistem kerja borongan dan harian lepas.

5).Tingkatkan pelayanan BPJS Kesehatan.

6).Kembalikan pengawasan ketenagakerjaan ke kota/kabupaten masing-masing daerah.

“Dan terakhir FSBDSI Kota Bekasi menuntut kepada Pemerintah agar segera menyelesaikan kemacetan di sepanjang Jalan Narogong Raya Kota Bekasi yang berlangsung dari pagi hari, sampai malam hari, karena hal itu merugikan masyarakat buruh dan masyarakat pengusaha,”kata Saefudin.( Tig (MG/06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Bupati Dadang Naser Ajak Investor Ikut Andil Membangun Majalaya
  2. Percepatan BIJB, Tunggu Peran Bupati
  3. Ritual Memandikan Pusaka Kerajaan Talaga Manggung Majalengka
  4. Ini Langkah Mendag Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan dan Lebaran
  5. Rombongan Santri Ciamis Lanjutkan Perjalanan Ke Jakarta Menggunakan Bus
<