Para Bakal Cagub Harus Mampu Bangun Komunikasi Politik Sampai Bawah

0
585

SUMEDANG, MediaGaruda.co.id – Pengamat Komunikasi Politik yang juga Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi Poltitik, Adiyana Slamet mengatakan, pada kontestasi Pilkada Gubernur Jawa Barat 2018, para bakal calon harus mampu merebut hati kader partai politik (parpol).

Pasalnya, kata dia, parpol merupakan salah satu saluran komunikasi politik. Para bakal calon gubernur tidak hanya selalu memikirikan jalinan komunikasi politik dengan DPP parpol. Bangunan komunikasi politik harus menyentuh basis partai yang paling bawah.

“Untuk Pilgub Jabar, fatsoen (sopan santun) politiknya telihat sudah tercerabut. Ada beberapa bakal calon yang teridentifikasi fatsoen komunikasi politiknya tidak baik,” ujar Adiyana kepada Tribun di Kampus Unpad Jatinangor, Jumat (28/4).

Menurut dia, ketidakbaikan fatsoen komunikasi politik tersebut dicirikan dengan adanya bakal calon gubernur yang langsung memilih jalan pintas ke DPP parpol. Sedangkan bangunan komunikasi politik ke DPD Parpol di Jawa Barat dilewati begitu saja.

“Ini akan menyebabkan potensi dukungan dari grassroot (akar rumput) partai tidak solid. Akan ada bludek kominikasi politik nantinya. Lebih parahnya nanti akan ada dukungan setengah hati dari para kader parpol di level grassroot,” katanya.

Padahal, lanjut Adiyana, untuk memenangkan bakal calon gubernur di Pilgub Jawa Barat diperlukan kolektivitas dan soliditas partai politik mulai dari tingkatan grassroot hingga level pusat.

Menurut dia, fatsoen komunikasi politik secara sederhana dan pada dasarnya merujuk pada aktivitas komunikasi politik mengandung asas-asas etika keadaban, moralitas dan tanggung jawab dalam bingkainkesetaraan serta penghormatan kepada sesama insan politik.

“Bangunan komunikasi politik bakal calon ini harusnya tidak beranggaoan jika sudah menjalin komunikasi ke DPP maka perjalanan akan mulus. Padahal tidak demikian. Mesin partai dari pusat hingga ranting bisa maksimal bekerja memenangkan kontestasi Pilgub Jabar 2018,” katanya.

Adiyana menambahkan, fatsoen komunikasi politik itu juga salah satu upaya suksesnya bakal calon untuk menduduki kursi tertinggi di Jawa Barat. Selain juga harus melakukan penguatan citra politik dengan berkeadapan nilai-bilai khas masyarakat sunda yang silih asih dan silih asuh.

“Ini juga harus ditanamkan. Ini modal untuk membangun konsolidasi demokrasi lokal dengan memelihara budaya sunda yang adiluhung. Selain juga merebut hari kader partai dengan fatsoen komunikasi poltitik yang baik,” ujarnya.(*)

Source : Tribun Jabar

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here