Inilah Tafsiran Revolusi Mental Versi Ceu Popong

MediaGaruda.Co.Id – Dialog Kebangsaan di Universitas Sanggabuana YPKP, Bandung, membedah soal membangun karakter bangsa untuk mewujudkan revolusi mental. 

Namun Anggota Komisi X DPR RI Popong Otje Djundjunan alias Ceu Popong berpandangan, mental tidak bisa direvolusikan karena banyak hal yang harus dibenahi terutama sistem pendidikan.

“Lamun disebut revolusi (mental) mah jigana urang teh garelo kabeh. Ulah direvolusikeun (kalau disebut revolusi mental sepertinya kita semua tidak waras), harus melalui tahapan-tahapan terutama bidang pendidikan. Tidak ada yang ujug-ujug jadi bageur (tiba-tiba berubah menjadi baik)” papar Ceu Popong seusai kegiatan dialog tersebut, di Aula Kampus Sanggabuana YPKP, Jalan PHH Mustopa Bandung, Jumat (11/11).

Melengkapi gagasan Ceu Popong, tokoh masyarakat Jawa Barat, Uu Rukmana berpandangan, mental bangsa Indonesia belum tertuntut untuk direvolusi.

“Memang mental bangsa kita ini sudah ruksak pisan (rusak parah)? Mental bangsa kita itu, henteu ruksak-ruksak teuing (tidak begitu parah)” ucap Uu.

Uu menilai, maksud dari jargon ‘Revolusi Mental’ Presiden Jokowi adalah pembenahan mental bangsa yang harus kembali ke dasar negara, yakni pancasila. Mental bangsa ini harus benar-benar diubah menjadi mental yang benar-benar maju. 

“Jadi dengan adanya revolusi mental itu bukan berarti mental kita rusak, tidak, tidak begitu. Tapi kokohkan kembali supaya mental bangsa kita ini kembali ke mental yang benar-benar ingin maju,” kata Uu.

Di tempat yang sama, Rektor Universitas Sanggabuana YPKP, Asep Efendi mengatakan, pihaknya terdorong untuk membangun karakter bangsa melalui pembinaan positif para mahasiswanya termasuk masyarakat luas. 

“Kita membangun karakter mahasiswa dan alumni kita, tentu ini PR (pekerjaan rumah) kami bagaimana menghasilkan sumberdaya yang jujur, yang mau bekerja keras untuk membangun bangsa. Alhamdulillah tadi begitu banyak pesan moral yang fundamen,” ucap Asep. 

Laporan: Atep Kurniawan

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Ada Indikasi ‘Money Changer’ Ilegal untuk Terorisme
  2. Hary Nurdin Menilai, Penuntasan Kasus Novel Tinggal Tunggu Kemauan Korps Bhayangkara
  3. Momentum Baik, Presiden Jokowi: Bangun Optimisme !
  4. Ini Kata Jokowi Jika Amien Rais Jadi Capres Lagi
  5. Hindari Olahraga Kompetisi Jika Pernah Terkena Serangan Jantung
<