Blue Bird Punya Cara Sendiri Mendongkrak Kesejahteraan Para Sopirnya

MediaGaruda.Co.Id – Asalkan kreatif, ternyata banyak cara untuk membangun kesejahteraan masyarakat kecil. Seperti Perusahaan jasa transportasi Blue Bird Group, dengan membuka workshop memasak dan menjahit bagi para istri pengemudi taksi yang bekerja di perusahaannya.

Workshop ini digelar selama tiga hari, dari Jumat sampai Minggu (28-30/10). Materi yang diberikan, bukan hanya keterampilan tersebut, tetapi juga manajemen usaha serta pemasarannya.

“Move on, dalam pengertian materinya kita kasih dalam berbisnis itu apa saja sih yang harus kita lakukan, misalnya menyusun keuangan, menjual produk, itu satu paket kita beri,” ujar Trainer Creative Week and Day Blue Bird, Tri Fatma, di sela kegiatan workshop, di Pool Taksi Buah Batu Bandung, Sabtu (29/10).

Untuk Blue Bird Pool Bandung, workshop itu baru kali ini dilakukan, tetapi di Jakarta sudah berjalan sejak dua tahun lalu. Buah dari pelatihan itupun sudah dirasakan dalam membantu para suami mereka.

“Sekarang (seragam pengemudi) memang belum 100 persen diproduksi oleh istri-istri pengemudi, baru 20 persenan lah. Ke depan kita target semua kebutuhan seragam diproduksi oleh para istri pengemudi. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menerima pesanan dari luar,” ujar Tri.

Meski begitu, workshop yang sudah dilakukan mulai menunjukkan hasil, di mana istri-istri pengmeudi mulai menunjukkan produktivitasnya. Minat para istri pengemudi ini menurutnya cukup bagus.

“Bahkan semakin lama semakin bagus. Yang paling banyak sampai sekarang jahit sama boga. Untuk materi catering dan pastry kita ajarin juga, termasuk memenej keuangan, menghitung modal, pengeluaran, dan semuanya.

Bukan hanya materi pelatihan, para istri pengemudi ini juga mendapat bantuan modal bersifat pinjaman tanpa bunga untuk kebutuhan produksi.

“Kebutuhannya apa saja, kita rinci kemudia kita penuhi. Tapi itu sifatnya pinjaman, tanpa bunga, selama suaminya bekerja di Blue Bird,” terang Tri.

Suwarno, salah seorang sopir mengaku merasa punya harapan besar untuk mendapatkan penghasilan sampingan, dengan mengikutsertakan istrinya, Purwati, pada workshop tersebut. 

“Ya istri saya ikut, ingin jadi trainer juga. Nanti dia juga harus menularkan ilmunya ke istri-istri sopir taksi yang lain,” ungkap Suwarno, di tempat yang sama.

Meski sudah menginjak usia 52, namun dirinya masih memiliki satu tanggungan untuk masa depan anak ketiganya yang masih duduk di kelas 5 SD.

“Anak pertama Alhamdulillah sudah jadi PNS, yang kedua mengikuti saya menjadi sopir taksi. Nah yang ketiga masih kelas 5 SD, saya ingin bekal cukup untuk masa depan anak saya,” ungkap dia. 

Penulis: Atep Kurniawan

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Banyak Kemajuan 3 Tahun Terakhir, Presiden Jokowi: Negara Lain Optimistis Lihat Perkembangan Indonesia
  2. Kesehatan Tidak Melulu Soal Sakit Dan Penyakit, Ini Penjelasan Puan Maharani
  3. Kapolri Ingatkan, Jalur Puncak Hari Ini Ditutup Mulai Pukul 18.00 WIB
  4. Dirut Pindad Harap Instansi Pemerintah Dukung Produk Dalam Negeri
  5. Lima Inovasi Ini Antarkan Jabar Raih Anugerah Budhipura Ketiga Kalinya
<