Waw, Daya Jelajah Drone Milik Basarnas Bisa Sampai 25Km, 10Ribu Feet

MediaGaruda.Co.Id – Pesawat drone yang digunakan pada operasi pencarian korban banjir bandang sungai Cimanuk-Garut di sektor Waduk Jatigede-Sumedang, berbeda dengan drone biasanya.

Alat ini memiliki kemampuan khusus. di antaranya jarak tempuh terbang 16 sampai 25 Kilometer, dengan ketinggian bisa mencapai 10ribu feet. Drone milik Kantor Pusat Badan SAR Nasional ini tentu sangat membantu dalam pencarian korban melalui udara.

“Dilengkapi dengan kamera untuk menyediakan visual agar memudahkan pencarian,” ucap Jubir Basarnas, Joshua Banjarnahor, Rabu (28/9).

Ground Control Station sebagai pengendali alat ini, lanjut dia, cukup fleksibel karena bisa dengan mode manual atau auto pilot. Selain beragam kelengkapan fitur canggih, drone ini digerakkan dengan turbo jet engine untuk menggerakan sistem intermeshing rotor dua baling baling yang berputar berlawanan.

“Drone ini juga mampu mengangkat beban sampai 50 kilogram,” katanya.

Dia menjelaskan, bahan bakar drone buatan negara Swiss ini seperti pesawat udara biasanya, yakni menggunakan avtur dengan kapasitas 28liter. Konsumsi bahan bakar sebanyak 13liter/jam.

“Harapannya, dengan adanya drone ini bisa mempermudah pencarian yang efektif dan efisien,” ujar Joshua.

Ia menambahkan, operasi pencarian pada hari ini merupakan perpanjangan masa pencarian korban hilang, hingga Jumat mendatang. Waduk Jatigede sendiri berjarak sekitar 40kilometer dari pusat bencana di daerah Tarogong, Kabupaten Garut.

Berdasarkan laporan, masih ada 19 korban yang belum ditemukan hingga saat ini. Tim SAR Gabungan sudah berhasil menemukan 34 korban tewas di sepanjang sungai Cimanuk sampai sektor waduk Jatigede.

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Benturan Peradaban Akibatkan Lingkungan Dan Tata Ruang Jawa Barat Rusak
  2. Dua Pekan, Aher Targetkan LHKPN Pejabat Pemprov Jabar 100 persen 
  3. Menlu: Pemerintah AS Sudah Izinkan Panglima TNI Berkunjung
  4. Pengakuan Terduga Teroris ketika dapat Perintah
  5. Reklamasi Teluk Jakarta dilanjutkan Setelah Moratorium Dicabut
<