#KeunikanPONXIXJabar2016

MediaGaruda.Co.Id- Kopi Pagi mang uda kali ini membahas tentang kisruh-kisruh yang terjadi di kegiatan olah raga bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jabar.

Bagi kalian tentu sedikit banyaknya mengetahui kisruh yang tengah hangat diperbincangkan para netizen bukan? nah untuk itulah, Mang uda kembali merangkum bagaimana kegiatan yang dilakukan empat tahun sekali ini cukup menyita  perhatian banyak pihak.

Sejak dibuka pada pertengahan bulan September lalu, PON 2016 cukup berdengung karena kemeriahan dan kemegahan seremonial pembukaan yang menghadirkan beberapa atraksi. Salah satunya atraksi kembang api raksasa yang terbangnya bisa mencapai 100 meter an ini,

Setelah itu muncul statemant atau opini miring dari netizen. Yang mengatakan ada anggaran ‘siluman’ karena bisa menggenjot pembangunan infrastruktu venue di beberapa tempat dengan ‘kilat’.

Nah, yang menjadi pembahasan kita kali ini bukan soal korupsinya loh guys, tetapi lebih kepada beberapa masalah di beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan. Kondisi itu juga yang membuat netizen merasa Jabar telah gagal sebagai tuan rumah, hingga tagar #PONJabarKacau menjadi trending topic di jejaring sosial Twitter.

“Di tengah berbagai kendala yang ada. Kami apresiasi, Jabar sudah berusaha dengan maksimal. Mereka harus hati-hati, sehingga pembangunan venue terlambat,” ujar Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto beberapa waktu lalu jelang pembukaan PON XIX 2016 di Bandung.

Okee.. sekarang kita buka dengan permasalahan pertama. pada cabang olahraga  Polo Air misalnya, terjadi insiden yang cukup memalukan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemukulan atlet polo air dari DKI Jakarta oleh oknum aparat keamanan.

Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Raja Sapta Ervian, mengecam tindakan brutal yang dilakukan aparat keamanan berseragam TNI. Dia juga menyatakan akan mengambil langkah hukum atas apa yang terjadi pada atletnya.

Permasalahan keduanya adalah, ada perbuatan tercela juga nih guys. Dimana salah satu wartawan yang meliput PON 2016 ini pun mendapat intimidasi dan ancaman. Wartawan yang biasa mangkal di Pemprov Jabar ini mendapat pesan singkat dari sebuah ormas untuk tidak memberikan hal-hal yang sensitif soal PB PON.

Dan yang ketiga, dimana Jawa Barat selaku tuan rumah dianggap curang nih guys dalam hal poin medali.

Penasaran kan dengan kegaduhan-kegaduhan lainya yang merusak citra PON XIX Jabar baik didalam Arena maupun Luar Gelanggang. Berikut beberapa catatan dari Mang Uda rangkum buat kalian guys!

  1. Kericuhan di Arena Cabor Wushu, berlangsung di GOR Pajajaran, Bandung pada Selasa 21 September 2016, pertandingan sanda wushu antara tuan rumah Jawa Barat melawan Jawa Timur menimbulkan kericuhan. Alasannya karena wasit dianggap tidak bekerja dengan baik.
  2. Pemukulan Atlet Polo Air, Atlet cabang olahraga polo air asal DKI Jakarta, menjadi korban pemukulan oleh oknum aparat keamanan yang berasal dari TNI. Padahal, saat itu mereka hanya menjadi penonton dalam pertandingan semifinal polo air.
  3.  Ketua umum PB FORKI Tolak Mengalungkan Medali, Keberpihakan wasit/juri cabang olahraga karate PON 2016, amat tampak sejak hari pertama. Bahkan, Ketua umum PB FORKI, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo gerah dengan sikap wasit. Sikapnya itu ditunjukkan dengan mengurungkan niat mengalungkan medali kepada pemenang. Bahkan, Gatot Nurmantyo memberikan gestur yang memperlihatkan kekecewaannya atas keputusan wasit.
  4. Aksi Boikot di Cabang Olahraga Judo, Lagi-lagi wasit dianggap tidak adil dalam memimpin sebuah pertandingan. Ini yang terjadi pada pertandingan cabang olahraga Judo, hingga membuat kontingen DKI Jakarta dan Jawa Timur melakukan aksi boikot.
  5.  Kecurangan di Cabor Berkuda, Ada 9 kontingen yang merasa ada banyak terjadi kecurangan di cabang olahraga berkuda. Kecurangan pertama yang menuai banyak protes yakni diberinya fasilitas wild card kepada 2 ekor kuda milik Jabar. Kebijakan tersebut dianggap memberikan keuntungan terhadap tuan rumah.
  6. Tim Biliar DKI Merasa Dijegal, Kontingen biliar DKI Jakarta merasa dijegal sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat. Panitia pelaksana dan PB POBSI dianggap terlalu mudah mengganti peraturan. Tudingan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, menurut pelatih biliar DKI, M Azhari Tanjung, ada kejanggalan ketika ada beberapa nomor yang dihapus dalam PON 2016.
  7. Terlantarnya kontingen Muay Thai asal Sulaweso Tenggara,
  8. Kontingen Sulteng tersebut, baru saja menyelesaikan pertandingan terakhir di Cianjur, Jawa Barat. Hasil yang diraih pun cukup memuaskan, rombongan tersebut berhasil membawa pulang satu medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Namum tak bisa pulang kampung karena kehabisan biaya. wadoooh, gimana ceritanya ya.. hmm,.. sudahlah.. itulah tadi keunikan dari PON XIX Jabar 2016

 

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. #AksiSuperDamai, Rupiah Menguat
  2. Menahan Emosi Demi NKRI
  3. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) ‘Ujug-Ujug Moal Diurus Pemerintah Pusat’
  4. Suara Sri Mulyani Penentu Kepuasan Publik
  5. Karena Media Sosial,.. !!??
<