Soal Mary Jane, Duterte Persilahkan untuk Dieksekusi

MediaGaruda.Co.Id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, jika dirinya telah berdiskusi dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terkait nasib terpidana mati asal negeri tersebut di Indonesian yaitu Mary Jane Fiesta Veloso. Namun Presiden engan mengemukakan hasil diskusi tersebut.

“Saya sampaikan tentang Mary Jane dan saya bercerita bahwa Mary Jane itu membawa 2,6 kilogram heroin,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai melaksanakan solat Idul Adha di Masjid Agung At Tsauroh, Serang, Banten, Senin (12/9) pagi.

Dalam pertemuan dengan Presiden Duterte di Istana Merdeka, Jakarta, pekan lalu itu, Presiden Jokowi mengaku dirinya telah bercerita mengenai penundaan eksekusi terhadap Mary Jane, bulan Mei lalu. Namun Presiden Duterte justru mempersilahkan Pemerinah Indonesia untuk mengeksekusinya.

“Presiden Duterte saat itu menyampaikan silakan kalau mau dieksekusi,” tegas Presiden.

Adapun mengenai proses hukumnya yang sedang dilakukan di Filipina, Presiden Jokowi mengatakan nanti Jaksa Agung yang  akan mengikuti proses itu.

Mary Jane ditangkap di Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, pada April 2010 karena kedapatan membawa 2,6 kg heroin. Selanjutnya pada Oktober 2010 ia divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta.

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Pilgub Jabar, PKB Siap Usung Helmy Faishal Zaini
  2. Presiden Jokowi Akan Susun Jadwal Pertemuan Ulama Afghanistan dan Indonesia
  3. Poros Baru Muncul, Ada Nama Bakal Calon Lagi di Pilgub Jabar
  4. Kemenko PMK Gelar Rakor dan Sinkronisasi Pemberdayaan Perempuan
  5. Kenapa Manusia Pompeii Jadi Batu, Ini Penjelasan Ilmuan
<