Hari Gizi Nasional PG TK Darul Hikam 2 adakan Seminar Parenting

BANDUNG, – MediaGaruda.Co.Id – Play Grup dan Taman Kanak-kanak (PG TK) Darul Hikam 2 Sekolah Berakhlak dan Berprestasi di Jalan Tulip Raya No. 47 Bumi Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK se-Kecamatan Rancaekek melaksanakan seminar parenting di Pasar Sehat Rancaekek Trade Center, Sabtu (24/2/2018).

Kegiatan tersebut dalam upaya meningkatkan kualitas masa depan bangsa yang diawali dengan bagaimana penanganan gizi bagi anak-anak dan balita.

Seminar tersebut dengan nara sumber dari Dokter Spesialis Anak dan juga Dokter Umum dari Fakultas Kedokteran Unpad dr. Julistio Djais, SpA (K), M.Kes., didampingi Kepala PG TK Darul Hikam 2 Siti Hasanah, S.Pd., selain para kader TP PKK dan orang tua siswa.

Menurut dr Julistio Djais, dalam paparanya, “Bersamaan dengan hari Gizi nasional ini, para orang tua (ibu-ibu) harus mengutamakan dan memperhatikan tumbuh kembangnya bayi. “Kuncinya di tangan ibu PKK ini dan orang tua anak-anak,” kata Julistio.

Mengingat, imbuh Julistio, kewajiban orang tua yang melahirkan bayi itu, bayi lahir dan hidup tak mandiri serta tak bisa mengurus dirinya sendiri.

“Bayi tersebut harus tumbuh dan menjadi orang dewasa. Itu merupakan hak asasi bagi anak, Supaya anak tumbuh dengan baik, karena pertumbuhan anak sekitar 50 persen genetik dari ibu dan 50 persen bapak, Anak tumbuh sesuai dengan potensi genetiknya,” jelasnya.

Menurutnya, pertumbuhan anak itu harus didukung dengan lingkungan yang baik. Pertumbuhan anak dan bayi harus didukung kesehatan dan gizi makanan.

“Bayi tak tumbuh optimal kalau sering sakit, apalagi di sekeliingnya ada warga yang batuk, pilek dan penderita tuberculosis,” katanya.

Untuk menunjang pertumbuhan anak, kata Julistio, jangan sampai imunisasi tak lengkap. Melalui imunisasi itu pertumbuhan anak atau bayi bisa sehat. “Jika bayi tak sehat tidak akan berkembang dengan baik. Anak akan tumbuh dengan bagus berada pada lingkungan yang aman,” kata Julistio.

Ia pun turut menyampaikan tentang perkembangan bayi dari mulai belajar duduk, merangkak dan jalan. Bayi dan anak pun dipengaruhi oleh perkembangan motorik, emosi dan kognitif. Anak berusia tiga tahun, katanya, untuk mengikuti perkembangan sosial, anak tersebut harus sudah bisa komunikasi dengan teman sebayanya.

Julistio kembali mengatakan, seorang ibu harus bisa memberikan makan yang bagus pada bayi. Pasalnya, jika makannya kurang, berat badan akan kurang dan kondisi tubuhnya kurus.

Ia mengatakan, ibu harus memperhatikan 1000 hari pertama kehidupan bayi, mulai dari kehamilan 270 hari, tahun pertama (365 hari) hingga tahun kedua (365 hari).
“Anak harus diberikan air susu ibu (ASI) eksklusif, ASI dan makanan pendamping ASI. ASI eksklusif sampai enam bulan,” katanya.

Dikatakan Julistio, menyusui bayi itu ada teorinya. Sering menyusui, produksi bayi bertambah. Bayi lapar, hanya bisa nangis.

“Ibu-ibu harus peka, ketika bayi lapar atau nangis. Bayi nyaman, disaat atau setelah pipis. Makanannya harus bagus supaya berkualitas,” katanya.

Menurutnya, jika bayi itu berkecukupan ASI atau lebih dari 8 kali sehari, buang air kecil lebih 6 kali per hari dan kenaikan berat badan akan kuat.

Julistio mengatakan, ada ibu yang tak mencapai 50 persen memberikan ASI ekskkusif terhadap anaknya. Susu bayi diganti dengan susu formula. Karena itu, memantau berat tubuh bayi sangat penting.

“Perrtumbuhan berat badan bayi itu, apakah karena sering sakit atau bagaimana. Pentingnya monitoring pertumbuhan bayi melalui kartu menuju sehat. Pertumbuhan bayi sesuatu yang sangat penting dan menuju masa depan bangsa yang lebih baik,” katanya.

Menurutnya, masa depan bangsa bergantung pada ibu-ibu. Jangan sampai bayi tersebut mengalami gizi buruk. “Setelah 6 bulan, ASI saja tidak cukup untuk si kecil sehingga harus mendapatkan makanan pendamping ASI, sementara ASI diteruskan. Supaya bayi tidak kurus,” katanya.paparnya, (MG/09)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Amerika Dituduh Halangi DK PBB Keluarkan Pernyataan Soal Situasi di Jalur Gaza
  2. Sidang BAPEK Berhentikan 33 PNS
  3. BRI Raup Laba Rp. 6,47 Triliun Sepanjang Kuartal I 2017
  4. Kemenko PMK: Kerjasama Bilateral Hubungan Antarmasyarakat Indonesia-Tiongkok Sasar Bidang Pendidikan
  5. KPK Soroti Sistem Penganggaran Legislatif Jabar
<