Korban Pencabulan Anak Dibawah Umur Dapat Perhatian dari KPAI dan LBH Balinkras

BANDUNG, MediaGaruda.Co.Id – Banyaknya kasus pencabulan yang terjadi di wiliayah hukum Kabupaten Bandung terutama di Wilayah Bandung Timur termasuk zona paling rawan, membuat kita miris, terutama bagi orang tua yang mempunyai anak – anak kecil. Pelaku dengan berbagai cara untuk melakukan pencabulan atau pemerkosaan terhadap anak di bawah umur

Seperti halnya diwilayah Hukum Rancaekek Kabupaten Bandung terjadi pencabulan terhadap anak di bawah Umur menimpa terhadap GT (13 tahun) yang masih kelas IV SD menjadi korban pencabulan oleh pemuda yang ber Inisial AG Warga Abdi Negara Bandung, Korban pencabulan hingga mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dan Lembaga Bantuan Hukum Badan perlindungan Kekerasan ( LBH Balinkras) Kabupaten bandung

Ketua KPAI Ahmad Saftari Al fadil mengatakan kepada Media Sabtu 13-01-2018, “Pelaku pencabulan anak di bawah Umur menurut hasil kami berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat Wilayah Bandung termasuk zona rawan khususnya wilayah Timur, Oleh karena itu pelaku pencabulan anak di bawah umur harus dilakukan tindakan Hukum yang serius oleh pihak berwenang, karena pelaku tersebut sudah melanggar Undang Undang perlindungan Anak dan tindak pidana kesusilaan,” .

Oleh karena itu lanjut Ahmad, ” kami laporkan pelaku pencabulan ke pihak berwenang yakni ke Polda Jawa Barat untuk proses penanganan Hukum terhadap perlaku bejad itu, selanjutnya hasil pelaporan Hari senin 15-01 dari Polda Jawa Barat akan dilakukan Visum dan penyelidikan kepada korban,” Katanya.

Pelaku pencabulan atau pemerkosaan yag disertai kekeras sepantasnya bagi para pemangsa anak dibawah umur mendapat Hukuman yang setimpal dengan perbuatanya, Untuk pelaku akan dijerat Hukuman sesuai dengan ketentuan Undang Undang no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Dan di jerat pasal 82 yaitu dengan sanksi pidana kurungan min 7 tahun max 15 tahun denda Rp 150 jt.

” Maka dari itu Kami dari KPAI terus mendorong untuk proses Hukum tetap berlanjut terus sampai ke Pengadilan tidak ada istilah Musyawarah karena ini termasuk kasus Extra and Genering,” Tegasnya

Ia menghimbau kepada Warga Masyrakat atau orang tua anak yang mempunyai anak yang masih dibawah umur agar supaya tidak lepas dari bimbingan dan perhatian khusus terhadap anak anaknya,Dan berharap kepada Pemerintah dan Penegak Hukum terhadap kasus seperti ini dapat perhatian khusus, Harapnya. (jafar)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. SAR Pelabuhanratu Cari Dua Wisatawan Hilang Tenggelam
  2. Harga BBM Januari-Maret 2017 Tidak Akan Naik
  3. Putri Kerajaan Thailand Tertarik Kuliner Sunda
  4. Polisi TangKap Dua Orang Terkait Bom Kampung Melayu
  5. 900 Ribuan Warga Jawa Barat Belum Rekam E-KTP
<