Gubernur Jabar Meresmikan Dimulainya Pembangunan Masjid Terapung

BANDUNG, MediaGaruda.Co.Id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, proses pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, atau yang diberi nama Masjid Al – Jabbar, yang akan dibangun di atas kolam retensi (embung) seluas 25 , 9879 Ha.

Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) meresmikan dimulainya pembangunan Masjid Terapung tersebut dengan upacara ‘Ground Breaking’, atau peletakan batu pertama Pembangunan Masjid Raya ‘Al Jabbar’ Provinsi Jawa Barat Tahun Jamak 2017-2018, di lokasi pembangunan Masjid di kawasan Gedebage Bandung, Jumat ( 29/12/2017).

Ahmad Heryawan nampak, nama Al-Jabbar sendiri merupakan satu dari 99 Asmaul Husna, yang berarti maha gagah, maha kuasa.

“Disini akan berdiri sebuah masjid kebanggaan masyarakat Jawa Barat yang kita beri nama Al-Jabbar Kita harus membangun kehidupan yang seimbang, kita tidak hanya membangun bangunan untuk kegiatan duniawi saja, tapi pada saat yang suka kita ingin hadir bangunan fisik yang melihat kokohnya penghambaan kita kepada Allah SWT, “katanya.

Aher menyatakan Masjid Al-Jabbar nanti akan menjadi mesjid Pemerintah yang terbesar diantara masjid -masjid yang telah ada.

“Masjid ini akan mampu menampung 60.000 jemaah, baik di dalam maupun di plazanya, untuk di dalam masjid bisa menampung 33.000 jemaah, selamat saja bisa sampai ke plaza,” jelas Aher.

Sarana kegiatan untuk pembangunan Masjid Raya Al Jabbar Provinsi Jawa Barat terdiri atas bangunan utama, sarana penunjangnya, dan fasilitas ruang terbukanya.

Aher juga menambahkan, di lantai dasar masjid ini akan dibangun pula museum sejarah nabi Muhammad SAW, yang akan memperlengkap paket wisata religi di kawasan ini.

Adapun pembebasan tanah untuk Masjid Raya Provinsi Jawa Barat dan kolam retensi (embung) untuk memperbaiki banjir di sekitar Gedebage, telah dimulai sejak tahun 2015 dengan luas 4.5798 Ha oleh Biro PBD, tahun 2016 seluas 12,2066 Ha oleh Biro PBD, dan total tanah yang dibebaskan tahun 2017 seluas 3.3556 Ha oleh Dinas BMPR.

“Sementara luas lahan untuk pekerjaan inlet BBWS Citarum, pada tahun 2016 seluas 1.509 Ha, dan total tanah yang dibebaskan tahun 2017 hingga 0,378 Ha,” tuturnya.

Jumlah total luas tanah yang telah dibebaskan adalah 22.1000 Ha, dan tanah yang akan dibebaskan tahun 2018 – – 3,8879 Ha. Adapun jumlah tanah yang dibutuhkan yaitu 25,9879 ha.

Masjid dibangun dengan struktur besar beton, struktur atap dengan struktur baja bentang panjang 99 m dengan penutup atap kaca dan alumunium solid panel dengan ketinggian 58m, Minaret 4 buah paling tinggi 99m. Struktur bangunan diaras struktur pondasi tiang pancang.

“Lokasinya dekat dengan GBLA, kapasitas GBLA hanya 40.000. Jadi kalau Persib main di sana, maka bisa menampung semua bobotoh untuk shalat berjamaah atau kalau menang bahkan juara bisa dijadikan tempat syukuran,” katanya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, HM Guntoro menuturkan, Masjid Raya akan dibangun dengan lantai dasar seluas + – 11.291 m2, lantai 1 seluas +8,329 m2, dan lantai Mezzanine seluas + – 2.232 m2, dan Luas Ruang Luar Masjid + – 17.429,6 m2.

“Masjid ini pun sudah dibangun dengan perkiraan Engineer Estimate (EE) Rp 913.874.490.000, termasuk PPN, tidak termasuk landscape dan Ma’Radh,” Katanya.

Adapun pembangunan Masjid Al Jabbar dilaksanakan konstruksinya secara bertahap, dengan tahap 1 sesuai dengan Nomor 602 / SPK.30 / Pemb.MRJB / JAKON / 2017 tanggal 21 Desember 2017, pembelanjaan tahun jamak tahun anggaran 2017-2018 sebesar Rp. 511.000.000.000.

“Masjid tersebut akan dibangun oleh PT Wijaya Karya Gedung Gedung Tbk (WIKA Gedung) selama kurang lebih dua tahun dengan anggaran multi tahun,” jelas Guntoro.(*)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Artikel Lainnya :

  1. Presiden Jokowi: Baru 46 Juta Lahan Yang Sudah Ada Sertifikatnya
  2. Unik, Lomba Binaragawan Antar Jebor Jadi Identitas Jatiwangi
  3. Alumni 212 : Bukan Hanya Membela Ulama
  4. Ini Kata Halimah Yacob, Dihari Pertama Jadi Presiden Singapura
  5. Kunjungi Papua, Presiden Jokowi Sosialisasikan Pentingnya Asupan Gizi
<