Inilah Pemetaan Pilgub Jabar 2018 Dasar Analisa Modal Suara Parpol

Bandung, MediaGaruda.Co.Id – Konstalasi perpolitikan di Jawa Barat terkait pemilihan Gubernur 2018 bergerak sangat dinamis, bahkan hingga saat ini belum ada satu pasangan pun yanah pasti dalam perhelatan ini. Seakan saling menunggu dan lobi kanan dan kiri guna mendapatkan resep yang tepat dan jitu. Hal ini membuat baik masyarakat dan basis partai politik di kalangan bawah serta elit di Jawa Barat menanti keputusan Jakarta dari DPP Partai masing – masing. Seharusnya teka teki ini tidak perlu terlalu lama diputuskan mengingat sudah dalam kondisi “ injury time “ karena padakenyataannya dalam seluruh perhelatan pemilihan kepala daerah pada setiap tingkatannya yang menjadi acuan adalah ANGKA EXACT!! Dari raihan suara partai pengusung pada pileg sebelumnya serta swing voters tersisa dari total DPT yang ditetapkan oleh KPU yaitu 32.809.057.

Seiring sejalan muncul nama-nama yang bisa disebut Tokoh terbaik Jawa Barat “ Jaman Now “ dan paling berpeluang untuk maju dalam pertarungan yang menentukan masa depan Jawa Barat. Mereka adalah Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar, Mayjen TNI ( purn ) Sudrajat, Irjen. Anton Charlyan, Uu Ruzanul Ulum, Abdy Yuhana, Ahmad Syaikhu.

Pertanyaannya seperti apa pasangan dan berapa pasang yang paling memungkinkan secara Pengusungan dan penerimaaan di masyarakat mengacu kepada konstalasi terakhir dan lobi partai serta calon. Untuk itu mari kita berhitung,  DPT yang ditetapkan oleh KPU adalah 32.809.057* berkurang sekitar 236.044 suara dari  Pilpres 2014 lalu yaitu 33.045.101* sementara total raihan kursi dan suara Partai – partai pengusung adalah 100 kursi dan 20.704.606* suara. ini berarti ada potensi suara rebutan 12.104.451 suara. Kemudian di split untuk suara perkotaan dan kabupaten dengan pengurangan rata-rata maka hasilnya adalah perkotaan memiliki suara 6.976.414 dan kabupaten memiliki suara 26.068.687.

Nama Cagub –  Cawagub  Pasangan 1 : Ridwan Kamil – Uu Ruzanul Ulum Diusung oleh Nasdem dengan 5 kursi dan suara pileg 2014 sebanyak 1.035.729, PKB dengan 7 kursi dan suara pileg 2014 sebanyak 1.572.724, PPP dengan 9 kursi dan suara pileg 2014 sebanyak 1.631.804 maka total modal usungan adalah 21 kursi dan 4.240.257.

Ridwan Kamil adalah Walikota Kota Bandung dengan karakteristik Tokoh muda, Akademisi, modern, Non Partai Uu Ruzanul Ulum adalah Bupati Kabupaten Tasikmalaya dengan karakteristik Tokoh muda, Tradisional, Kader Partai Persatuan Pembangunan

Pasangan 2 : Mayjen TNI ( purn ) Sudrajat – Ahmad Syaikhu Diusung oleh Gerindra dengan 11 kursi dan suara pileg 2014 sebanyak 2.378.762, PKS dengan 12 kursi dan suara pileg 2014 sebanyak 1.903.561, PAN dengan 4 kursi dan suara pileg 2014 sebanyak 1.390.407 maka total modal usungan adalah 27 kursi dan 5.672.730. Mayjen TNI ( purn ) Sudrajat adalah mantan Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok ( 2005), mantan Wakapuspen TNI, CEO Susi Air dengan karakteristik Tokoh senior, Militer, Non Partai, Ahmad Syaikhu adalah Wakil Walikota Kota Bekasi dengan karakteristik Tokoh senior,Birokrat, Religius, Kader Partai Keadilan Sejahtera.

Pasangan 3 : Dedi Mulyadi – Deddy Mizwar Dengan diusung oleh Golkar dengan 17 kursi dan suara pileg 2014 sebanyak 3.540.629, PKS dengan 12 kursi dan suara pileg 2014 sebanyak 1.931.014 maka total modal usungan adalah 29 kursi dan 5.471.643. Dedi Mulyadi adalah Bupati Kabupaten Purwakarta dengan karakteristik Tokoh muda, Tradisonal, budayawan, Kader Golkar Deddy Mizwar adalah Wakil Gubernur Propinsi Jawa Barat dengan karakteristik Tokoh senior, seniman, budayawan, Kader Partai Demokrat

Pasangan 4 : Irjen Pol. Anton Charliyan – Dr. Abdy Yuhana. SH. MH Dengan diusung oleh PDIP dengan 20 kursi dan suara pileg 2014 sebanyak 4.159.404, Hanura dengan 3 kursi dan suara pileg 2014 sebanyak 1.160.572maka total modal usungan adalah 23 kursi dan 5.319.976. Irjen Pol. Anton Charliyan adalah Wakil Kepala Lemdiklat Polri, Mantan Kapolda Jabar 2016 – 2017 dengan karakteristik Tokoh senior, Tradisonal, budayawan, anggota Polri Dr. Abdy Yuhana. SH. MH adalah Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat, Dosen Universitas Pasundan dengan karakteristik Tokoh muda, akademisi, aktivis, Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Dengan kondisi diatas Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 menjadi ajang yang sangat menarik dikarenakan bila hal tersebut bisa menjadi kenyataan maka masyarakat disuguhkan dengan calon – calon terbaik di Jawa Barat dengan karakteristik yang mewakili bidangnya serta dari ketokohan pun dapat terwakili sehingga masyarakat bebas memilih sesuai dengan pandangannya dan hal ini akan membuat persaingan menjadi sangat ketat serta seimbang sehingga animo keterlibatan masyarakat bisa meningkat jadi mengurangi potensi GOLPUT.

Bisa dikatakan dengan kondisi ini pasangan mana yang bisa meraih 7,5 juta suara maka akan bisa dikatan menjadi pemenangnya, yang harus diingat tentunya perhelatan Pemilihan Gubernur ini hanyalah sebuah Pertandingan karena perjuangan sesungguhnya adalah dalam masa jabatan 5 tahun kedepannya, bagaimana memajukan Jawa Barat dengan program – program yang tentunya mengedepankan Kesejahteraan Masyarakat. Akhir kata “ siapapun pemimpinnya itulah pilihan anda untuk kemajuan Jawa Barat “(*)

Penulis adalah masyarakat biasa
pemerhati dan pengamat Jawa Barat
Raden ( Denkt 999, Research and
Politic Consultant )

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Pemerintah Akan Beri Stimulan Pembangunan Rumah Roboh Korban Gempa
  2. BNPB : Pengungsi Gunung Agung Kembali Ke Rumah Masing Masing
  3. KPBU Pembangunan TPPAS Legok Nangka Akan Gunakan Skema Pembiayaan VGF
  4. Aher: Santri dan Ulama Pemilik Saham Terbesar Negeri Ini 
  5. 406 Ribu Warga Sidoarjo Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilihnya Di Pilgub Jatim 2018
<