SP LEM SPSI Demo PT. Multy Karya Sinar Dinamika

BEKASI, MediaGaruda.co.id – Ratusan buruh anggota SP LEM SPSI Bekasi dan massa buruh solidaritas SPSI dari semua federasi serikat pekerja anggota (F.SPA) mendemo PT.Multy Karya Sinar Dinanika (MKSD) sebuah perusahaan yang memproduksi spare part kendaraan. Yang beralamat di Jalan Wahab Affan Km-28 Rt.002 Rw.02 Kelurahan/Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Rabu (6/12) pagi ini.
Aksi demo ratusan buruh SPSI dengan menggunakan mobil komando yang dilengkapi sound sistem pengeras suara itu. Dipicu rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak terhadap Pengurus Unit Kerja (PUK) SP LEM SPSI PT. MKSD dan anggotanya dengan dalih pengurangan karyawan dan pensiun dini, yang ditawarkan management PT.MKSD dengan memasang pengumuman.

Karena perundingan Bipartit tidak mencapai kesepakatan, pagi ini para buruh melakukan aksi demo didepan perusahaan tersebut diatas.

Para buruh dalam orasinya diatas mobil komando, menyampaikan berbagai dugaan pelanggaran UU Ketenagakerjaan yang selama ini terjadi di PT.MKSD.

Seperti buruh diminta membeli baju seragam dan sepatu kerja. Pembayaran upah lembur yang tidak sesuai aturan dan berbagai tindakan dugaan intimidasi yang dilakukan oknum management perusahaan yang menjurus kearah union busting alias pemberangusan organisasi SPSI.

“Hari ini seluruh pengurus SPSI dari seluruh wilayah Jabodetabek sedang berkoordinasi dan menyatukan kekuatan untuk melawan tindakan union busting atau pemberangusan organisasi SPSI diperusahaan-perusahaan.

“Dalam waktu tiga hari kedepan, akan kita penuhi wilayah Bekasi Barat, khususnya disekitar perusahaan ini dengan ribuan massa buruh anggota SPSI dari wilayah Jabodetabek,”kata salah satu tokoh buruh SPSI dalam orasinya.

Sementara itu Ketua PC LEM SPSI Kota/Kabupaten Bekasi Warnadi dikantor DPC K-SPSI Kota/Kabupaten Bekasi menyatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat himbauan agar rencana PHK sepihak di PT.MKSD dibatalkan.

“Alasannya karena PHK dengan dalih penawaran pensiun dini seperti ini, tidak ada dasar hukumnya dan pasalnya-pun sudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi,”ungkap Warnadi.

Terkait aksi demo buruh itu, sampai berita ini diturunkan, tak satupun pihak Management PT.MKSD belum bisa dihubungi dan dimintakan komentarnya. (MG/06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Artikel Lainnya :

  1. Sampai Dengan H2, Angkutan Udara Mengalami Kenaikan Hingga 11,57%
  2. Menkumham, Yasonna Laoly Bantah Terima Dana Dari e-KTP
  3. Vespa Seri Settantesimo Jenis Primavera Masih Difavoritkan Masyarakat
  4. Presiden Jokowi : Dana Repatriasi Yang Masuk Sangat Kecil Hanya 143 Triliun dari 11 Rubu Triliun
  5. Besok, Wartawan dan Pemred Tribun Jabar Laporkan Kasus Intimidasi ke Polda Jabar
<