Kemenko PMK: Program Padat Karya Tunai Dorong Perekonomian Pedesaan

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id  – Ikhtiar pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang merata di daerah pedesaan dan tertinggal terus dilakukan. Pemerintahan Joko Widodo telah menyalurkan dana sebesar Rp 127 triliun dalam 3 tahun terakhir.

“Untuk tahun 2018, dana sebesar Rp 60 triliun akan digelontorkan dengan konsep yang berbeda, yakni program padat karya tunai (cash),” ujar Deputi bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan, Nyoman Shuida, di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayan (Kemenko PMK), Selasa (5/12).

Nyoman mengungkapkan, program padat karya cash ditujukan untuk  mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di daerah-daerah pedesaan. Melalui program tersebut perputaran uang yang dialokasikan untuk desa akan lebih baik dan distribusi ke rakyat bisa lebih dirasakan langsung.

“Saya melihat kebijakan ini akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar, terlebih melalui program padat karya cash, desa wajib melakukan swakelola yang melibatkan masyarakat di desa sendiri, tidak lagi diserahkan ke pihak ketiga,” tuturnya lagi.

Nyoman menjelaskan Kemenko PMK akan terus melakukan berbagai langkah koordinasi dengan beberapa kementerian seperti Kementerian Desa Transmigrasi dan Daerah Tertinggal, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Pertanian. Koordinasi bertujuan untuk mempersiapkan berbagai aturan teknis terkait program padat karya yang akan dilaksanakan awal tahun 2018.

“Dalam upaya pelaksanaan program padat karya ini, semua kementerian dan lembaga terkait harus terlibat dan ikut berperan serta,” jelasnya.

Nyoman berharap misi Program Padat Karya Tunai juga dapat berkontribusi dalam menuntaskan permasalahan stunting serta perbaikan terhadap sanitasi buruk. “Kita harus gotong royong untuk menangani desa yang kita pilih agar terlihat hasilnya selain pengentasan kemiskinan tapi memajukan desa tertinggal menjadi lebih baik,” ujarnya.(zam)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Artikel Lainnya :

  1. Sempat Dua Kali Ditutup, Sekolah Islam Indonesia Di Jeddah Kini Eksis
  2. Kemenkeu Bentuk Tim Reformasi Perpajakan, Kepabeanan dan Cukai
  3. Lima Hari Sekolah dalam Sepekan adalah Pilihan, Bukan Keharusan
  4. Tim Cyber Crime Identifikasi Akun-Akun Penggiringan Opini di Medsos
  5. Lima Pasangan Calon Pilkada Bekasi Lolos Tes Kesehatan
<