Ormas Keagamaan Bubarkan KKR Natal Di Gedung Sabuga Bandung

MediaGaruda.Co.Id – Gabungan organisasi keagamaan berunjukrasa  menolak digelarnya kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 yang dilaksanakan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Jalan Tamansari, Bandung.  Mereka berdalih kegiatan keagamaan harusnya digelar di gereja dan bukan di gedung atau fasilitas umum.

Saat kebaktian berlangsung tiba-tiba massa Pembela Ahli Sunnah (PAS) dipimpin Ketua umumnya membubarkan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal Bandung 2016 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) yang berada di Jalan Taman Sari tersebut, Selasa (6/12) sore. Sejumlah orang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Ro’in merangsek masuk kedalam ruang utama dan membubarkan jemaat yang sedang menyanyikan kidung di atas panggung.

“Hentikan lantunan kidung, kita kan sudah sepakat tadi. Jangan dilanggar dong” Seru Ustad M Ro’in diikuti sejumlah anggotanya. Kejadian tersebut diduga dipicu lantunan kidung yang tetap dinyanyikan oleh jemaat KKR. Massa menganggap hal tersebut melanggar kesepakatan yang telah dibuat oleh panitia dengan massa PAS.

Salah seorang panitia KKR, Didi meminta agar dihentikan sementara lantunan kidung, dan menenangkan massa PASS. Jemaat yang mayoritas berusia remaja dengan wajah panik akhirnya turun dari panggung.

Ormas Islam tersebut beranggapan bahwa acara tersebut melanggar aturan. Sebelumnya, beberapa orang perwakilan telah dipersilahkan untuk menunggu di ruang depan, hingga kesepakatan berjalan, yaitu pembubaran peserta KKR oleh panitia.

Menurut salah satu ketua kelompok penentang dari  Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Jabar  Mohammad Roin Balad, jika fasilitas umum digunakan untuk kegiatan keagamaan dan terbuka bagi masyakat pemeluk agama   melanggar SKB tiga menteri.

“Ketika KKR mereka mengundang juga agama lain selain Kristen. Sedangkan dalam SKB tiga menteri sudah jelas bahwa sebuah keyakinan agama tidak boleh mengundang atau mengajak agama lain ke kegiatan agamanya. Apalagi dilakukan secara massive dan terbuka seperti ini,” kata Mohammad Roin Balad di Bandung, Selasa (6/12).

Ketua kelompok penentang dari Dewan Dakwah Islam (DDI) Mohammad Roin Balad mengatakan dugaan adanya ajakan kepada umat agama lain saat KKR digelar yaitu berdasarkan gelaran kegiatan serupa terdahulu yang dipantaunya.

Dia mengatakan, selain itu pelaksanaan KKR Natal 2016 di Sabuga ITB tersebut penuh dengan kebohongan seperti belum adanya izin dari Kementerian Agama serta lembaga hukum lainnya dan tidak sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

“Mereka asalnya mengaku akan menggelar acara jam 18.30 WIB tapi tahunya digelar jam 13.00. Itu kan sudah berdusta,” ujar Roin.

Roin juga mempertanyakan keberadaan Pendeta Steven Tong yang mengisi KKR Natal tersebut. Karena bukan tidak mungkin, Tong menggunakan izin yang lain untuk keperluan mengisi acara.

Pendemo dan penyelenggara akhirnya bersepakat   acara KKR Natal dihentikan sampai jam 15.00 WIB dan acara malam hari dibatalkan.

Perwakilan penyenggara KKR Natal 2016, Tjoeng menjelaskan  penggunaan Sabuga ITB lantaran tempat ibadah yang dimilikinya kecil dan tidak bisa menampung massa. Dia meminta maaf jika kegiatan tersebut dinilai berdampak negatif.

Berdasarkan pantauan KBR di Sabuga ITB, beberapa anggota kelompok penentang mendatangi lokasi acara pada pukul  16.30 WIB untuk mengecek janji pihak penyelenggara yang menyatakan akan membatalkan acara di malam hari. (*)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Artikel Lainnya :

  1. Presiden Jokowi: Baru 46 Juta Lahan Yang Sudah Ada Sertifikatnya
  2. Partai Demokrat Buka Peluang Koalisi dengan Partai Gerindra di Pilpres 2019
  3. Sekda Iwa Tekankan Agar PNS Jabar Kerja Normal Hari Senin
  4. Polsek Ibun Bangun Rumah Janda Korban Tabrak Lari
  5. Tekan Angka Kecelakaan, Polres Majalengka Lakukan Operasi Rutin
<